Teluk Jakarta Mengandung Paracetamol, Ini Faktor dan Cara Penanggulangan Pencemaran Air

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Rabu, 06 Oktober 2021 | 06:15 WIB
Teluk Jakarta Mengandung Paracetamol, Ini Faktor dan Cara Penanggulangan Pencemaran Air
Kawasan Teluk Jakarta di pesisir Ancol di Jakarta Utara, Selasa (28/9/2021). [ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna]

Suara.com - Baru-baru ini ramai mengenai temuan teluk Jakarta yang mengandung Pracetamol. Penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan bahwa konsentrasi kandungan paracetamol tersebut relatif tinggi, yakni 420-610 nanogram per liter.

Bukan hal baru mengetahui perairan sungai maupun teluk di Jakarta telah tercemar. Terlihat dari warnanya yang hitam serta tumpukan sampah, air tersebut tentu tidak layak dikonsumsi manusia.

Belum bisa dipastikan dengan jelas kandungan paracetamol tersebut dari mana. Namun secara teori, pencemaran air bisa terjadi karena berbagai hal.

Dikutip dari Ruang Guru, penyebab pencemaran air bisa disebut dengan sumber polutan. Ada polutan dari limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian. Berikut penjelasan lebih detail:

Ilustrasi paracetamol obat pereda nyeri dan demam. (Dok. Envato Elements)
Ilustrasi paracetamol obat pereda nyeri dan demam. (Dok. Envato Elements)

1. Limbah Industri

Air limbah dari hasil pengolahan industri ini cenderung mengandung zat berbahaya. Biasanya industri dari pabrik tekstil atau pabrik kertas yang paling banyak menjadi polutan. Jenis limbah dari kedua pabrik tersebut memiliki bau yang tidak sedap

Limbah dari industri tekstil dan kertas disebut dengan limbah organik. Pada industri kertas, limbah dihasilkan dalam bentuk bubur kertas yang jika dibuang sembarangan bisa menyebabkan sumbatan pada sungai.

Lain halnya dengan limbah pabrik baja, pabrik cat, dan pabrik farmasi. Limbah dari jenis pabrik itu berupa cairan panas, berbusa, mengandung asam belerang dengan bau yang menyengat. Sehingga termasuk limbah anorganik.

2. Limbah Rumah Tangga

baca juga

Limbah rumah tangga berasal dari hasil kegiatan perumahan seperti rumah tangga, pasar, perkantoran, rumah makan, dan puing bahan bangunan. Limbah rumah tangga terbagi atas bahan organik, anorganik, dan bahan berbahaya lainnya.

Limbah organik seperti kulit buah, sayuran, sisa makanan, daun, dan sebagainya. Limbah anorganik contohnya alumunium, plastik, kaca, kaleng minuman. Sementara limbah berbahaya lainnya bisa berwujud oli bekas yang ada di bengkel kendaraan.

3. Limbah Pertanian

Sektor pertanian juga bisa menghasilkan limbah, yakni penggunaan pupuk dan bahan kimia, seperti insektisida. Bahan kimia tersebut memang berfungsi sebagai pembasmi hama, namun lantaran berbahan dasar dari obat-obatan tentu ada efek sampingnya untuk kesehatan.

Paparan insektisida yang berlebihan bisa menyebabkan pertumbuhan kelenjar tiroid meningkat pada manusia.

Cara Penanggulangan Pencemaran Air

Penanggulangan pencemaran air tidak bisa dilakukan sembarangan. Berikut ini sejumlah cara penanggulangan pencemaran air yang bisa dilakukan:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

Kali Bekasi Kembali Hitam dan Berbusa, Diduga Tercemar Limbah

Kali Bekasi Kembali Hitam dan Berbusa, Diduga Tercemar Limbah

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Bukan Cuma Konsumen, Mengapa Pelaku Usaha Didesak untuk Turut Kurangi Mikroplastik?

Bukan Cuma Konsumen, Mengapa Pelaku Usaha Didesak untuk Turut Kurangi Mikroplastik?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:39 WIB

Sungai Cileungsi Tercemar Limbah, Kualitas Air Lampaui Baku Mutu

Sungai Cileungsi Tercemar Limbah, Kualitas Air Lampaui Baku Mutu

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Diduga Tercemar, Sungai Ciujung Berubah Hitam dan Berbau

Diduga Tercemar, Sungai Ciujung Berubah Hitam dan Berbau

Foto | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:00 WIB

Walhi Soroti Kali Kukuba Haltim yang Diduga Tercemar Proyek Infrastruktur PT Feni

Walhi Soroti Kali Kukuba Haltim yang Diduga Tercemar Proyek Infrastruktur PT Feni

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 06:00 WIB

Darurat Limbah! Menteri LH Gugat PT Biotek Saranatama Usai Pestisida Racuni Sungai Cisadane

Darurat Limbah! Menteri LH Gugat PT Biotek Saranatama Usai Pestisida Racuni Sungai Cisadane

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 16:27 WIB

Tercemar Pestisida, Kapolres Tangerang Kota Larang Warga Konsumsi Ikan Mati di Sungai Cisadane

Tercemar Pestisida, Kapolres Tangerang Kota Larang Warga Konsumsi Ikan Mati di Sungai Cisadane

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 15:27 WIB

Cegah Pencemaran, TPA di Jabodetabek Diminta Tutup Tumpukan Sampah

Cegah Pencemaran, TPA di Jabodetabek Diminta Tutup Tumpukan Sampah

Foto | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 17:23 WIB

HUT TNI ke-80: TNI AL Gelar Parade Laut dengan 51 Kapal Perang

HUT TNI ke-80: TNI AL Gelar Parade Laut dengan 51 Kapal Perang

Foto | Kamis, 02 Oktober 2025 | 19:41 WIB

Terkini

Cara Memilih Warna Lipstik Nude agar Tidak Kelihatan Pucat Seperti Orang Sakit

Cara Memilih Warna Lipstik Nude agar Tidak Kelihatan Pucat Seperti Orang Sakit

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 13:07 WIB

Justin Hubner Yakin Peluang Timnas Indonesia Menuju Final FIFA ASEAN Cup 2026 Masih Terbuka

Justin Hubner Yakin Peluang Timnas Indonesia Menuju Final FIFA ASEAN Cup 2026 Masih Terbuka

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 13:07 WIB

Gaji Guru dan Nakes PPPK Daerah Bakal Ditanggung APBN 2027, Pemerintah Siapkan Rp 23 Triliun

Gaji Guru dan Nakes PPPK Daerah Bakal Ditanggung APBN 2027, Pemerintah Siapkan Rp 23 Triliun

News | Selasa, 29 September 2026 | 13:00 WIB

Perdjalanan Menoedjoe Djawa: Melihat Jawa 1920-an dari Kacamata Tokugawa

Perdjalanan Menoedjoe Djawa: Melihat Jawa 1920-an dari Kacamata Tokugawa

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 13:00 WIB

Ribuan Buruh Demo di DPR, Dasco Pastikan Pimpinan Siap Terima Perwakilan

Ribuan Buruh Demo di DPR, Dasco Pastikan Pimpinan Siap Terima Perwakilan

News | Selasa, 29 September 2026 | 12:59 WIB

SMP dengan Kurikulum Internasional Hadir di Tangerang, Dorong Berpikir Kritis dan Pecahkan Masalah

SMP dengan Kurikulum Internasional Hadir di Tangerang, Dorong Berpikir Kritis dan Pecahkan Masalah

Banten | Selasa, 29 September 2026 | 12:53 WIB

Sunscreen Wardah Collagen untuk Kulit Apa? Kenali Kandungan dan Review Pembeli

Sunscreen Wardah Collagen untuk Kulit Apa? Kenali Kandungan dan Review Pembeli

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 12:51 WIB

Ramalan Jodoh dan Percintaan Shio Kelinci Tahun Ini, Seperti Apa Kisah Asmaranya?

Ramalan Jodoh dan Percintaan Shio Kelinci Tahun Ini, Seperti Apa Kisah Asmaranya?

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 12:50 WIB

Kasus Lapas Mewah: Perlakuan Istimewa yang Buat Hilangnya Marwah Pembinaan

Kasus Lapas Mewah: Perlakuan Istimewa yang Buat Hilangnya Marwah Pembinaan

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 12:50 WIB

Petaka Pradik di RSUD Dr. Soetomo: 172 Calon Dokter Spesialis Unair Tumbang Keracunan Makanan

Petaka Pradik di RSUD Dr. Soetomo: 172 Calon Dokter Spesialis Unair Tumbang Keracunan Makanan

Jatim | Selasa, 29 September 2026 | 12:49 WIB

×