1. Hafalan dibaca saat salat
Maksud tindakan ini, penghafal Al-Qur'an selalu mengupayakan setiap salat wajib atau sunah menggunakan ayat Al-Qur'an berurutan dari Al-Baqarah hingga Annas.
2. Konsisten membaca Al-Qur'an
Bagi penghafal Al-Qur'an harus konsisten pandai mengatur waktu, agar bisa terus membaca Al-Qur'an. Bahkan membaca Al-Qur'an kerap dijadikan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditinggalkan.
3. Membaca Al-Qur'an di hadapan pendengar
Kegiatan ini disebut dengan simaan Al-Qur'an, lantaran sudah menjadi tradisi dan menjadi wadah sosialisasi pentingnya menjaga keaslian Al-Qur'an melalui hafalan.
4. Ikut perlombaan hafalan Al-Qur'an atau musabahqoh hifdzil qur'an (MHQ)
"Seorang Hafidz yang biasa mengikuti MHQ akan memiliki hafalan Al-Qur'an yang kuat. Hal ini disebabkan sebelum mendapat giliran membaca di mimbar, seorang Hafidz harus mengulang-ngulang bacaan Al-Quran," pungkas Kiai Sa'dulloh.