Suara.com - Ukuran hunian di pasar properti yang ditawarkan semakin menyusut. Hal ini pada akhirnya memengaruhi ukuran ruangan-ruangan di dalam hunian, termasuk salah satunya dapur. Keterbatasan lahan membuat pemilik rumah memilih untuk mengusung konsep open space, di mana beberapa fungsi ruangan seperti ruang keluarga, ruang makan, dan dapur seringkali berada dalam satu area terbuka yang sama.
Untuk menyiasati dapur sempit, salah satu solusinya adalah dengan menerapkan desain interior yang ramah dengan ruangan yang tidak terlalu besar. Salah satunya adalah Japanese-Scandinavian (Japandi).
Selain bergaya minimalis, Japandi juga mengedepankan kelebihan lain, yakni kehematan ruang atau space-saving. Melalui pemilihan furnitur yang esensial dan multifungsi, Japandi bisa menjadi pilihan untuk dapur yang sempit.
Meskipun minimalis, dapur bergaya Japandi juga mampu dimaksimalkan untuk memiliki tampilan yang elegan dan mewah. Melalui beberapa sentuhan dekorasi, pencahayaan, dan penataan ruang yang strategis.
Dekoruma punya lima inspirasi desain interior dapur bergaya Japandi yang bisa mengakali ruang sempit dengan tampilan yang mewah khas Japandi.
1. Serba Putih dengan Beberapa Sentuhan Aksen

Inspirasi dapur yang pertama dibuat serba putih khas Japandi. Sebagai informasi, putih adalah warna utama Japandi. Kesan elegan dan mewah dicapai melalui penambahan beberapa elemen dekorasi sebagai aksen. Ini berpengaruh meningkatkan tampilan dapur supaya tidak monoton.
Dimulai dari pemilihan backsplash berupa subway tiles persegi berwarna putih dan menambahkan sedikit nuansa industrial pada dapur. Sisi mewah muncul dari lampu sorot berwarna kuning yang dipasang di bawah kabinet dinding.
Lebih lanjut, beberapa rak menggunakan material kayu berwarna muda serta penambahan kenop dan gagang pintu berwarna hitam pada rak dan kabinet kitchen set yang juga memberikan tampilan lebih distingtif.
Baca Juga: Senilai Lebih dari Rp1 Miliar, Dapur Canggih Nikita Willy Sukses Bikin Melongo
2. Penggunaan Tegel pada Backsplash Sebagai Daya Tarik Utama