Suara.com - Setiap manusia pasti membutuhkan makan untuk mengisi asupan tubuhnya. Baik itu makanan bergizi maupun makanan yang mengandung vitamin dan senyawa alami.
Tak hanya itu, mengonsumsi makanan juga penting untuk kesehatan tubuh. Islam bahkan mengatur apa saja yang boleh dimakan dan dilarang dimakan oleh umat Muslim. Lalu bagaimana aturan mengonsumsi makan berlebihan dalam hukum Islam?
Dilansir dari Dalam Islam, hukum makan berlebihan ini diungkap lewat Surat Al-A’raaf ayat 31. Allah SWT bersabda:
Yaa Banniii Adama khuzuu ziinatakum 'inda kulli masjidinw wa kuluu washrabuu wa laa tusrifuu; innahuu laa yuhibbul musrifiin.
Artinya:
“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”
Menurut tafsir Al-Qur’an Al Karim Hidayatul Insan, yang dimaksud dengan makan dan minum berlebihan adalah melebihi apa yang dibutuhkan, sehingga efeknya bisa membahayakan tubuh seseorang.
Selain itu, Rasulullah SAW mengajarkan, ada beberapa tuntunan agar hamba Muslim bisa terhindar dari berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh makan yang berlebihan. Berikut hadisnya:
“Tidaklah seorang anak Adam mengisi sesuatu yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya, dan jika dia harus mengerjakannya maka hendaklah dia membagi sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya.”
Baca Juga: Sejarah dan Makna Ketupat dalam Islam
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan dishahihkan oleh Albani dalam kitab Silsilatus Shahihhah no. 2265).