Meski begitu, keputusan Andrea memiliki bibir terbesar di dunia tidak didukung keluarga. Sebaliknya, keluarga Andrea menganggap penampilannya terlalu provokatif.
Di sisi lain, wanita yang berkuliah di jurusan Filosofi Jerman di Sofia University ini mengaku mendapat dukungan dari teman-temannya.

"Temanku tidak punya masalah dengan penampilanku yang berlebihan, mereka tidak mempermasalahkan bagaimana aku terlihat," tambahnya.
Terlepas dari komentar keluarga dan kritik lainnya, Andrea menambahkan bahwa ia masih ingin memperbesar bibir hingga melakukan implan payudara lagi.
Tidak hanya itu, Andrea mengungkap bahwa rahasianya bisa mempertahankan bentuk bibir besar adalah rajin melembapkan bibir.
"Dokter memperingatkanku jika bibirku sakit atau ada masalah, aku harus langsung menelepon karena ada risiko dehidrasi."
"Jadi dia merekomendasikan untuk melembapkan bibirku dengan pelembap sehingga tak ada hal fatal yang terjadi."
"Namun, aku akan tetap memperbesar bibirku, itu pasti," tambah wanita 23 tahun ini.
Baca Juga: Tampil Percaya Diri dengan 5 Tips Atasi Bibir Gelap