Under the Same Sun, Mural Lintas Negara Seniman Indonesia dan Singapura

Vania Rossa Suara.Com
Senin, 12 April 2021 | 10:03 WIB
Under the Same Sun, Mural Lintas Negara Seniman Indonesia dan Singapura
Mural Under the Same Sun di M Bloc Space. (Singapore Tourism Board)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Setelah satu tahun lebih menghadapi pandemi Covid-19, kita semua rindu perjalanan wisata. Setidaknya, ke Singapura, negara terdekat yang sebelum pandemi menjadi tempat wisata favorit masyarakat Indonesia.

Di tengah kerinduan ini, Singapore Tourism Board (STB) memulai inisiatif “SingapoReimagine” di Indonesia dengan meluncurkan bagian karya mural yang terpisah antara Singapura dan Indonesia. SingapoReimagine merupakan bagian dari kisah pariwisata Singapura dalam menghidupkan kembali impian perjalanan wisatawan dengan perspektif yang segar.

Melalui inisiatif ini, pariwisata Singapura menciptakan standar baru pariwisata untuk memenuhi kebutuhan pengunjung yang terus berkembang, serta memastikan bahwa setiap aspek pengalaman mereka tetap aman dan menyenangkan.

Mohamed Firhan Abdul Salam, Area Director STB Indonesia (Jakarta), dalam acara media virtual beberapa waktu lalu mengatakan, “Kami memulai inisiatif SingapoReimagine di Indonesia pada titik penting saat kami mengantisipasi dan bersiap untuk pemulihan wisata leisure. Sebagai permulaan, kami ingin memicu imajinasi masyarakat Indonesia untuk berwisata kembali melalui seni. Kami mengundang dua seniman, satu dari Singapura dan satu dari Indonesia, untuk berkolaborasi membuat karya mural yang terpisah di antara kedua negara, menggunakan seni sebagai medium penghubung audiens kami."

Mural Under the Same Sun di Bali Lane, Kampong Gelam, Singapura. (Singapore Tourism Board)
Mural Under the Same Sun di Bali Lane, Kampong Gelam, Singapura. (Singapore Tourism Board)

Selama ini, seni mural telah memainkan peran penting dalam memberikan pengalaman menyegarkan di kawasan terkenal Singapura, seperti Little India, Chinatown, dan Kampong Gelam. Sebelum pandemi, wisatawan Indonesia sangat senang berfoto dengan seni mural di Singapura untuk mengingat liburan mereka serta membagikannya di media sosial.

Kali ini, kolaborasi karya mural antara seniman dua negara akan mengawali inisiatif SingapoReimagine di Indonesia. Bertajuk “Under the Same Sun”, karya tersebut merupakan gagasan seniman Stereoflow dari Indonesia dan ZERO dari Singapura yang terpisah secara geografis, namun digambarkan bermimpi di bawah matahari yang sama.

Kedua karya mural lintas negara tersebut memiliki satu makna, yakni meski saat ini terpisah dan tidak dapat melakukan perjalanan, kita semua melalui situasi tersebut bersama, dan bersatu di bawah matahari yang sama.

Karya mural yang dilakukan kedua seniman tersebut dipenuhi dengan berbagai unsur simbolisme yang mencerminkan keinginan orang untuk kembali berwisata dan terhubung kembali dengan keluarga dan teman setelah pandemi berakhir. Para seniman menggunakan garis dan simbol yang bertindak sebagai pintu gerbang untuk perjalanan waktu dan ruang.

ZERO memilih untuk menampilkan gapura dalam karya seninya, sedangkan Stereoflow memilih Marina Bay dan Gardens by the Bay, sebagai bagian dari ikon yang memiliki arti lebih bagi keduanya. Mereka memproyeksikan harapan untuk masa depan perjalanan melintasi perbatasan melalui landmark yang dapat dikenali, sementara gambar diri yang didekonstruksi, mewakili skenario saat ini untuk lebih melakukan perjalanan ke dalam diri daripada ke luar.

Baca Juga: Singapura Segera Buka Jalur Udara, Begini Syarat Lengkapnya

Karya seni ini juga menggambarkan gagasan perjalanan pikiran, penghormatan terhadap kekuatan imajinasi dan mengingatkan pengunjung akan kemampuan mereka sendiri.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI