Suara.com - Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (Museum Seni Modern dan Kontemporer di Nusantara atau Museum MACAN) kembali operasional setelah setahun ditutup akibat pandemi Covid-19.
Sejak dibuka pada 10 Maret lalu, Museum MACAN menyajikan lima pameran termasuk dua pameran baru yang dikurasi dari koleksi Museum MACAN, juga pameran seni kontemporer Asia Tenggara yang didukung oleh ASEAN, ASEAN Foundation and ASEAN-Republic of Korea Cooperation Fund.
Dalam pembukaannya, Museum MACAN mengklaim mengutamakan kesehatan dan keamanan untuk pengunjung, serta memastikan pengunjung mendapat pengalaman yang menyenangkan.
Semua staf lapangan telah mengikuti pelatihan protokol kesehatan dan keamanan sebelum museum dibuka kembali, juga menjalani tes rutin Covid-19 secara berkala.

Museum MACAN juga telah bermitra dengan VIDA, sebuah sistem check-in dan check-out digital yang berfungsi mengatur jumlah orang dalam sebuah ruang atau bangunan, memberi akses pada ruang publik seperti Museum MACAN.
VIDA kemudian memastikan jumlah pengunjung sesuai dengan protokol kesehatan dan keamanan yang telah diatur pemerintah. Setelah kunjungan, VIDA dengan aman menyimpan data pengunjung untuk keperluan penelusuran kontak jika diperlukan.
"Ini merupakan salah satu upaya kami untuk mendukung sektor bisnis dan masyarakat untuk kembali beraktivitas dan beradaptasi dengan situasi pandemi saat ini. Solusi VIDA Pass memungkinkan Museum MACAN dibuka kembali dengan aman, mengurangi risiko kesehatan dengan melakukan kontrol akses, mencatat status kesehatan, waktu, dan kehadiran pengunjung," kata CEO VIDA, Sati Rasuanto.
Pengunjung dapat menikmati program pameran di Museum MACAN setiap Selasa – Minggu pk.10.00 – 16.00. Tiket dapat dipesan melalui situs resmi museum atau melaluii mitra tiket daring Traveloka, Gotix, Tiket.com dan Klook. Beberapa program pameran yang sedang berlangsung adalah:
- ‘Stories Across Rising Lands’, pameran seni kontemporer Asia Tenggara
- ‘Semesta dan Angan: Pilihan Karya dari Koleksi Museum MACAN
- Ruang Seni Anak Komisi UOB Museum MACAN: Kisah Antah-berantah oleh Citra Sasmita
- ‘Melati Suryodarmo: Why Let the Chicken Run?’
- Ruang Seni Anak Komisi UOB Museum MACAN: Warna dalam Gua oleh Mit Jai Inn
- Panduan Pameran dan Panduan Museum untuk Anak telah dioptimalkan untuk format desktop dan seluler, dan tersedia untuk diunduh di situs web Museum, memberikan informasi yang berguna kepada pengunjung saat mereka berkunjung.
Untuk waktu yang terbatas, museum akan memberlakukan harga tiket khusus Rp56.000 - 70.000 untuk hari biasa (Selasa - Jumat) dan Rp72.000 - 90.000 di akhir pekan (Sabtu - Minggu).
Baca Juga: Pengunjung Museum Samarendah Sepi, Pengamat Sorot Pengelolaan
Untuk akses prioritas, Museum MACAN mengundang pecinta seni untuk mengikuti program keanggotaan tahunan, MACAN Society.