Suara.com - Belakangan muncul berita mengenai kabar pembelian dulang oleh salah satu tokoh masyarakat di Bali, dan mengajak transaksi dilakukan di hotel. Lepas dari kebenaran kabar ini, sebenarnya apa itu dulang? Simak penjelasan berikut.
Apa Itu Dulang?
Dulang sendiri muncul dalam beberapa kebudayaan, dan memiliki bentuk dan fungsi yang tidak jauh berbeda. Jadi apa itu dulang? Dulang adalah sebuah nampan berbentuk lingkaran yang memiliki permukaan datar, dan tepinya berbibir.
Pada konteks isu yang tengah hangat, dulang yang dimaksud adalah dulang di Bali. Model dulang di Bali dan sekitarnya juga memiliki leher dan kaki, sehingga ketika diletakkan memiliki ketinggian tertentu.
Apa fungsi dulang? Utamanya adalah untuk meletakkan makanan. Makanan-makanan yang diletakkan di atas dulang biasanya adalah makanan yang akan digunakan untuk sesaji atau kelengkapan peribadatan masyarakat.
Umat Hindu di Bali banyak yang menggunakan perangkat ini untuk membawa makanan, dengan cara diletakkan di kepala ketika berjalan.
![Sejumlah wanita Bali menjunjung sesajen menjelang Hari Raya Nyepi di Kelurahan Penatih, Denpasar, Bali, Minggu (30/3).[Antara/Nyoman Budhiana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2014/03/30/Sembahyang-Jelang-Nyepi-300314-nym-2ok-e1396180186811.jpg)
Digunakan untuk Upacara Keagamaan dan Makan Bersama
Dulang digunakan sebagai tempat meletakkan makanan untuk proses persembahan ketika ada ritual keagamaan. Disamping itu, perangkat ini juga digunakan ketika tengah melaksanakan tradisi makan bersama dengan anggota keluarga atau tamu.
Baca Juga: Sulinggih di Bali Laporkan Akun Medsos ke Polisi soal Isu Pelecehan Seksual
Di Bali dan Lombok, tradisi ini disebut dengan megibung. Megibung sendiri dilakukan dengan menyantap makanan yang sudah disediakan di dulang atau nampan, secara bersama-sama dengan mengitari makanan tersebut.