Suara.com - Pornografi adalah suatu hal yang memberikan rasa candu. Seseorang yang kecanduan pornografi akan mengganggu kehidupan sehari-hari, hubungan, dan kemampuan dirinya. Ini juga dapat berisiko seseorang mengalami gangguan hiperseksual.
Seseorang yang mengalami kecanduan pornografi, dapat memberikan tanda yang menyebabkan berbagai masalah.
Beberapa ahli mengatakatan, kecanduan pornografi dapat memengaruhi sudut padang orang tersebut terhadap pasangannya.
Dilansir dari Medical News Today, berikut beberapa masalah akibat kecanduang pornografi, di antaranya:

- Kehidupan seks seseorang menjadi kurang memuaskan
- Pornografi menyebabkan masalah hubungan atau membuat seseorang merasa kurang puas dengan pasangannya
- Seseorang melakukan perilaku berisiko untuk melihat pornografi, seperti melakukannya di tempat kerja
Tanda-tanda seseorang telah mengalami kecanduan pornografi yang berdampak kepada hubungan sosial yang tidak sehat, dapat terlihat dari:
- Sering mengabaikan tanggung jawab hanya untuk melihat pornografi
- Menyukai melihat pornografi yang ekstrem atau tidak normal
- Sering merasa frustrasi atau malu setelah menonton film porno, tetapi terus melakukannya
- Ingin berhenti melihat pornografi, tetapi sulit untuk melakukannya
- Menghabiskan banyak uang untuk pornografi
- Menggunakan pornografi untuk mengatasi kesedihan, kecemasan, insomnia, dan masalah mental lainnya
Pornografi tidak hanya mengubah perilaku seseorang menjadi buruk, tetapi juga kondisi otak dan tubuh.
Menurut penelitian kecanduan dapat mengubah sistem dopamin tubuh. Dopamin merupakan senyawa kimia yang berfungsi sebagai penghubung sel saraf dan oto.
Ketika seseorang kecanduan, hal tersebut akan membuatnya merasa senang melakukannya, walaupun sesuatu yang buruk. Seiring waktu, tubuh seseorang yang kecanduan akan menghasilkan sedikit dopamin.
Hal itu yang membuatnya bergantung terhadap perilaku tersebut untuk merasakan dopamin di dalam tubuh.
Baca Juga: 30 Persen Anak Muda Disebut Alami Kecanduan Smartphone, Ini Saran Pakar
Pornografi juga dapat memengaruhi hubungan dengan orang lain. Hal tersebut dapat membuat ekspektasi perilaku seks yang tidak realistis.