4 Aksi Pelestarian Hutan ala Rian Ibram, Tiru Yuk!

Vania Rossa Suara.Com
Selasa, 16 Februari 2021 | 11:20 WIB
4 Aksi Pelestarian Hutan ala Rian Ibram, Tiru Yuk!
Rian Ibram. (Instagram)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Rian merasa bahwa contoh pemberitaan positif tentang hutan bisa mengena bagi orang urban seperti dirinya.

“Betul bahwa perusakan hutan itu ada dan luas hutan memang berkurang, tapi jika hutan bisa diberitakan secara positif, kita yang tinggal di kota akan lebih happy lagi menjaga hutan dari kota, tanpa harus turun langsung ke hutan,” ungkap pria, yang kerap me-repost info soal hutan di akun media sosialnya.

Hutan Nagari Sungai Buluh di Sumatra Barat. (Dok. HII)
Hutan Nagari Sungai Buluh di Sumatra Barat. (Dok. HII)

Salah satu contoh video yang bisa ditonton secara online, menurut Rina, adalah tentang Hutan Nagari Sungai Buluh di Sumatra Barat, yang sudah seperti halaman belakang bagi warga desa. Hutan desa itu menjadi milik seluruh warga desa.

“Mereka boleh ambil cabai ataupun jengkol dari pohon cabai dan pohon jengkol yang ada di antara pepohonan hutan, memasukkan ke dalam keranjang, lalu memasaknya. Seolah-olah mereka belanja di hutan. Karena mereka sadar bahwa hutan itu milik bersama, maka mereka justru tidak akan mengambil semua. Hanya ambil seperlunya saja,” kata Rina.

2. Belanja Cerdas
Sejumlah brand ternama lokal hingga dunia sudah menyematkan label ramah lingkungan pada produknya. Label-label tersebut memungkinkan Anda untuk melihat bahwa brand mencoba menerapkan prosedur yang sudah terstandarisasi oleh lembaga yang mengeluarkan label atau sertifikat itu.

“Selain terbuat dari bahan ramah lingkungan, pakaian dari linen bisa dipakai jauh lebih lama daripada bahan lain. Banyak teman yang menanyakan soal kemeja dan celana linen yang aku pakai. Mereka tanya, itu bahan apa, beli di mana. Dalam obrolan itu aku bercerita soal bahan pakaian yang ramah lingkungan. Apakah mereka kemudian tertarik untuk ikut membeli, itu urusan lain. Yang penting, mereka aware terhadap isu ini. Soalnya, sosialisasi tentang bahan pakaian dan pewarna alami masih sangat minim. Banyak orang yang belum mengetahui hal ini,” kata host program Insert, Pagi-Pagi Ambyar, dan Kursi Panas ini.

3. Ikut Kelas Online
Mulai tertarik akan isu hutan? Bergabung saja dengan Kelas Suka Hutan yang digelar oleh HII (hutanitu.id). Kelas ini akan membuat Anda makin sayang kepada hutan dan makin mampu menunjukkan rasa sayang itu dengan aksi nyata. Ada 4 kali kelas yang digelar untuk regional Jabodetabek, Medan, Surabaya, dan Nasional, pada setiap weekend di bulan Maret 2021 mendatang. Ini adalah waktu yang tepat mengisi weekend Anda dengan kawan baru, dalam acara online yang seru dan menyenangkan.

“Seru, lho, ikut kegiatan HII. Kita bisa belajar banyak soal hutan. Aku jadi ingin mengajak teman-temanku sesekali masuk hutan. Sepertinya, kok, orang asing jauh lebih tahu soal hutan kita dibandingkan kita sendiri, ya?” kata Rian, yang punya rumah liburan terbuat dari bambu dengan pekarangan yang penuh tanaman bermanfaat, seperti jagung dan cabai.

Jika Anda ingin tahu lebih banyak soal Kelas Suka Hutan, temukan infonya di https://indorelawan.org/p/sahabathutan

Baca Juga: Bersiap Tangani Karhutla, Sejumlah Menteri Gelar Rapat Koordinasi Khusus

4. Adopsi Pohon dan Adopsi Hutan
Ada begitu banyak taman nasional dan lembaga di Indonesia yang menggelar program ini. Tidak perlu donasi besar, kok. Anda hanya perlu mencari program yang sesuai dengan budget, misalnya Rp 20.000. Donasi ini akan digunakan oleh penyelenggara untuk memelihara pohon tersebut, sekaligus melestarikan hutan. Anda nanti akan mendapatkan sertifikat adopsi, lho!

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI