Dalam pengucapan bahasa Arab, terdapat kata-kata yang akan sulit dipelahari karena menggunakan suara yang dibuat di bagian belakang tenggorokan. Biasanya umat Islam akan terbiasa dengan hal ini karena dalam membaca Al-Qur’an biasanya menggunakan teknik pengucapan seperni ini. Namun, untuk yang tidak terbiasa akan cukup memakan waktu.
3. Bahasa Polandia

Bahasa Polandia mengandung kata-kata dengan konsonan yang sulit dieja untuk orang asing. Misalnya, szczcie berarti "kebahagiaan" dan bezwzgldny berarti "kejam".
Selain itu, bahasa Polandia cukup sulit dalam pengucapan beberapa katanya. Namun, bahasa Polandia menggunakan alfabet Latin sehingga orang-orang sudah akrab dengan huruf-hurufnya dibandingkan dengan bahasa Mandarin dan Arab.
4. Bahasa Rusia
Bahasa rusia menggunakan alfabet Sirilik. Jadi terdapat beberapa huruf yang mungkin tidak dikenal masyarakat. Beberapa huruf Cyrillic jug terlihat familier, tetapi mengeluarkan bunyi yang berbeda dari huruf Latin yang menyerupai huruf tersebut. Misalnya, "B" dalam alfabet Sirilik mengeluarkan bunyi "V".
Berdasarkan tata bahasa, biasanya mereka akan menghilangkan kata kerja. Misalnya dalam bahasa Rusia kalimat “Saya seorang Pelajar” akan menjadi “Saya Pelajar”. Bahasa Rusia juga menggunakan banyak konsonan yang dikelompokkan bersama, yang membuat ejaan dan pengucapan menjadi tantangan yang cukup sulit.
5. Bahasa Turki
Bahasa Turki adalah bahasa aglutinatif, artinya prefiks dan sufiks yang dilampirkan pada kata-kata untuk menunjukkan arah, daripada menggunakan preposisi terpisah sehingga menghasilkan kosakata yang panjang.
Baca Juga: Perusahaan EdTech Novakid Mulai Beroperasi di Pasar Pendidikan Indonesia
Bahasa Turki juga menggunakan harmoni vokal, di mana vokal diubah atau diakhiri dengan ditambahkan untuk membuat kata tersebut mengalir lebih lancar. Sejumlah besar kosakata asing Turki berasal dari bahasa Arab. Hal itu yang menambah kesulitan untuk mempelajari bahasa Turki.