Suara.com - Baru-baru ini, pengguna media sosial dibuat resah dengan munculnya iklan produk piyama dengan desain "jorok" di internet. Saking seringnya muncul, banyak pengguna yang protes di media sosial.
Melansir Dailystar, iklan yang dimaksud adalah promosi piyama dengan kancing di bagian bokong. Pengguna media sosial bertanya-tanya kenapa iklan produk dewasa ini menargetkan mereka.
Salah satu pengguna di Twitter mengaku bingung karena merasa lebih sering membaca berita politik, tapi iklan yang muncul di websitenya adalah piyama dewasa.
"Saya juga mendapatkan iklan ini akhir-akhir ini. Ingin tahu bagaimana algoritme mengaitkan 'orang yang membaca banyak artikel tentang politik Lebanon' dan 'orang yang mungkin tertarik dengan diskon pakaian santai yang tidak berguna'," tulisnya.

Kemudian, pengguna Twitter lain mengaku mulai mendapat iklan produk dewasa itu setelah membaca artikel di situs Elle. Ia pun berpendapat bahwa nasib serupa juga dialami oleh pengunjung situs Elle lain.
Terkait dengan iklan ini, seorang pakar marketing bernama Mat Marrison menjelaskan kepada BBC bahwa itu merupakan upaya perusahaan untuk menarik perhatian pembaca.
"Mereka telah membuat iklan menggoda yang cukup 'bersih' untuk melewati aturan kepatutan penerbit, tapi cukup cabul untuk tetap bisa menarik minat audiens," jelas Mas Marrison.
"Saat seseorang mengkliknya, jarinan periklanan akan menempatkan cookie penargetan ulang di perangkat mereka yang memungkinkan perusahaan mengidentifikasi pembaca yang melihat iklan itu lagi," lanjutnya.
Sementara itu, piyama tersebut diketahui merupakan keluaran merek IVRose. Halaman Facebook IVRose sendiri dikelola oleh perusahaan Tiongkok yang bernama Shanghai Lishang Technology C. Ltd.
Baca Juga: Aksi Wanita Pungut Sampah di Pantai Bali, Videonya Jadi Sorotan