Riset: Perempuan Indonesia Lebih Memilih Berwirausaha

Sabtu, 19 Desember 2020 | 16:26 WIB
Riset: Perempuan Indonesia Lebih Memilih Berwirausaha
Ilustrasi perempuan Indonesia berwirausaha. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Riset Google menunjukkan bahwa perempuan Indonesia lebih suka berwirausaha dibandingkan dengan 12 negara lain seperti Argentina, Brazil, Jepang, Kenya, Korea, Malaysia, Mexico, Nigeria, dan Vietnam.

Dan hal ini dibuktikan oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan porsi UMKM yang dikelola perempuan sebanyak 64,5% dari total UMKM Indonesia di 2018, atau mencapai 37 juta UMKM.

“Kami melihat memang perempuan Indonesia itu memiliki semangat dan jiwa yang tinggi untuk berwirausaha,” ujar PMM Brand & Reputation Google Indonesia, Dora Songco, dalam seminar digital bertema ‘Perempuan Pelaku UMKM: Berkembang dengan Memanfaatkan Teknologi Digital’, Jumat (18/12/2020).

Jika dilihat berdasarkan persentase jumlah perempuan, ada 49 persen perempuan yang sudah memiliki usaha atau sudah menjadi wirausahawan. Sementara, 45 persennya masih tertarik memiliki usaha sendiri atau masih menjadi calon pengusaha.

Dalam riset yang dilakukan pada Januari hingga Februari 2020 di 12 negara mulai dari Amerika Latin, Afrika bagian Selatan, hingga Asia Pasifik, diketahui ada dua motif besar mengapa perempuan mau berwirausaha, yaitu masalah finansial dan stabilitas keluarga.

“Perempuan lebih ingin menambah penghasilannya sehingga mereka bisa mencapai kemandirian finansial dan kebutuhan keluarganya juga terpenuhi. Jadi 2 hal ini yang menjadi fokus motif dari perempuan Indonesia,” jelasnya.

Kendati begitu, sebagian besar usaha yang dijalankan perempuan masih bergerak di sektor mikro, informal, bahkan ultra mikro yang tidak memiliki akses ke dunia digital. Hal ini tentu perlu mendapatkan perhatian khusus untuk mereka.

Asisten Deputi Pemasaran, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM, Destry Anna Sari, mengatakan bahwa pandemi telah mengubah semua aspek, termasuk usaha yang terhubung dengan ekosistem digital untuk beradaptasi, bertahan, bahkan berkembang bisnisnya.

“Kami ingin mendorong perempuan untuk menguasai keterampilan bisnis digital. Untuk mempercepat transformasi menuju 10 juta UMKM go digital,” tegas Destry

Baca Juga: Wirausaha Perempuan Sering Kesulitan Mencari Jaringan Bisnis

Potensi perempuan Indonesia ini kemudian dilirik Danone-Indonesia yang memiliki program pemberdayaan perempuan, salah satunya dalam hal pembinaan UMKM dalam pemenuhan hidrasi dan nutrisi, antara lain AQUA Home Service (AHS) yang merupakan unit bisnis Danone-AQUA.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI