Ketika Gairah Seks Pasangan Menurun, Apa yang Harus Dilakukan?

Vania Rossa Suara.Com
Kamis, 12 November 2020 | 19:35 WIB
Ketika Gairah Seks Pasangan Menurun, Apa yang Harus Dilakukan?
Ilustrasi gairah seks menurun [shutterstock]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Penelitian menunjukkan bahwa kepuasan seksual memainkan peran penting dalam sebuah hubungan yang sehat. Namun, ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kualitas kehidupan seks, salah satunya adalah gairah seks. Apa jadinya jika suatu saat pasangan tak lagi memiliki gairah seks kepada Anda?

Sebelum sedih berlarut-larut, perlu diingat bahwa ini mungkin hanyalah masalah jangka pendek terkait dengan stres yang dialami pasangan Anda. Atau penyebab yang lebih umum, pasangan Anda mungkin memiliki beban pekerjaan yang banyak, deadline ketat, yang semuanya dapat membuat ia kelelahan dan tidak tertarik pada apapun selain tidur atau berbaring di depan TV.

Namun, meski penurunan gairah ini mungkin akan hilang dengan sendirinya setelah semua masalah yang melatarbelakanginya kembali stabil, ketidaktertarikan pada seks yang berkepanjangan dapat berbahaya bagi hubungan Anda. Hal ini karena penurunan gairah seks dapat menimbulkan perasaan frustrasi dan keraguan.

Dan jika penurunan gairah seksual ini menyebabkan ketegangan dalam hubungan atau merusak kepercayaan salah satu atau kedua pasangan, tindakan penyelamatan harus segera diambil. Dan pertama dan terpenting, Anda tidak boleh membuat asumsi apapun tentang kurangnya minat seksual pasangan kepada Anda, tidak peduli seberapa besar hal itu menyebabkan Anda tertekan.

Penyebab
Dilansir dari laman Verywellmind, penurunan gairah seks umum terjadi seiring bertambahnya usia. Penelitian telah menunjukkan bahwa keintiman seksual mulai menurun pada sekitar usia 45 dan berlanjut seiring bertambahnya usia.

Ada banyak faktor yang dapat berkontribusi pada penurunan gairah seks, termasuk jika Anda memiliki asumsi bahwa pasangan berselingkuh, gay, atau kehilangan minat pada Anda.

Tak kalah penting adalah Anda harus bisa membedakan antara libido rendah (hilangnya hasrat seksual), hypoactive sexual desire disorder (HSDD), dan disfungsi seksual. Masing-masing dapat memiliki penyebab fisik dan psikologis, serta cara penanganannya yang berbeda-beda. Dengan memahami perbedaannya, Anda dapat mendekati masalah secara lebih objektif dan menghindari banyak dampak emosional.

Libido Rendah
Libido rendah merupakan penurunan gairah seks yang dapat menyebabkan aktivitas seksual menurun. Ini dapat diobati jika penyebab yang mendasari dapat diidentifikasi. Penyebab libido rendah, di antaranya:

  • Stres
  • Depresi
  • Disfungsi ereksi
  • Ketidakseimbangan hormon (dipicu oleh menopause dan hipogonadisme)
  • Nyeri kelamin (seperti vaginismus atau balanitis)
  • Penyakit kronis
  • Pengobatan
  • Tingkat percaya diri yang rendah
  • Masalah dalam hubungan

Hypoactive Sexual Desire Disorder
Gangguan hasrat seksual hipoaktif (HSDD) didefinisikan sebagai tidak adanya fantasi seksual dan keinginan untuk melakukan aktivitas seksual. Ini adalah jenis disfungsi seksual yang paling umum di antara wanita, mempengaruhi 8,9% wanita berusia antara 18 dan 44 tahun, 12,3% antara usia 45 dan 64, dan 7,4% di atas usia 65,8 tahun

Baca Juga: Studi: Women on Top Jadi Posisi Seks Paling Berbahaya, Terutama Bagi Pria

Penelitian menunjukkan bahwa HSDD dikaitkan dengan sejumlah hasil negatif termasuk kualitas hidup terkait kesehatan yang lebih buruk, emosi negatif yang lebih sering, kebahagiaan yang lebih rendah, dan kepuasan yang kurang dengan pasangan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI