Wisata Kembali Dibuka, 40.000 Turis Rusia Kunjungi Turki

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Kamis, 13 Agustus 2020 | 14:07 WIB
Wisata Kembali Dibuka, 40.000 Turis Rusia Kunjungi Turki
Ilustrasi kota wisataa Antalya di Turki. (Shutterstock)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Turki kembali membuka wilayahnya untuk pariwisata, khusus turis dari Rusia. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah kedatangan turis.

Dilansir Anadolu Agency, hampir 40.000 turis Rusia mendarat di kota resor Antalya dalam dua hari terakhir setelah dimulai kembali penerbangan antara Turki dan Rusia di tengah langkah-langkah kuat mengantisipasi pandemi Covid-19.

"Sekitar 22.000 turis Rusia tiba pada Selasa. Hari ini [Rabu], kami mulai menerima 17.571 tamu Rusia," ungkap Gubernur Antalya Ersin Yazici dalam sebuah konferensi pers.

Yazici mengatakan semua tindakan yang diperlukan untuk melawan virus korona telah dilakukan di Antalya.

Baca Juga: Anthony Fauci Ragukan Keamanan Vaksin Covid-19 Rusia

"Saya berharap turis Jerman segera datang dan sektor pariwisata semakin aktif," imbuh dia.

Menekankan Antalya adalah salah satu kota dengan jumlah kasus Covid-19 paling rendah dibandingkan dengan populasinya, Yazici mengatakan kota itu adalah salah satu kota teraman di Turki.

"Tidak ada kasus yang mengancam kota. Kami mengundang semua turis lokal dan asing ke ibu kota pariwisata ini," ujar dia.

Pada Senin (10/8) lebih dari 23.000 turis Rusia mendarat di kota wisata di pinggir Laut Mediterania itu, banyak fasilitas berlibur di kota itu mengikuti program Sertifikat Pariwisata Aman Turki.

Antalya adalah tujuan favorit bagi orang Rusia karena pada tahun lalu sekitar 5,6 juta pengunjung Rusia mendatangi kota tersebut, secara keseluruhan total 15 juta pengunjung asing yang berlibur ke kota wisata itu.

Baca Juga: Video Eks Kapten Timnas Rusia Pukuli Wasit hingga Babak Belur, Sadis Abis!

Gubernur Antalya mengatakan kit tes diagnosis darurat untuk Covid-19 di kota itu sudah mencukupi, para turis akan dites Covid-19 sebelum kembali ke negara mereka.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI