Suara.com - Taman Wisata Jaya Ancol akan kembali dibuka pada 20 Juni 2020 mendatang. Kawasan wisata di Utara Jakarta tersebut telah tutup tiga bulan karena ancaman pandemi Covid-19.
Memasuki fase Adaptasi Kebiasaan Baru atau New Normal, pihak manajemen Ancol akan kembali buka namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang rinci.
Diberi tajuk #SSBB Ancol atau Senang Selamat Bareng Bareng, setidaknya ada 6 aturan rinci yang akan diterapkan Ancol untuk dipatuhi calon pengunjung.
Berikut daftar SSBB seperti yang Suara.com terima melalui siaran tertulis Ancol pada Rabu (10/6/2020)
Baca Juga: Genap Berusia 40 Tahun, Bambang Pamungkas Bersyukur Punya Banyak Sahabat
1. Pembatasan Wisatawan
Aturan pertama saat dibukanya Taman Wisata Jaya Ancol pada 20 Juni nanti adalah pembatasan kapasitas wisatawan yang hanya 50 persen dari kapasitas normal .
Selain anak dibawah 5 tahun, Ibu hamil, dan lansia (usia 50 tahun dan di atasnya) juga dilarang rekreasi di Ancol. "Hal ini sesuai dengan anjuran Pemerintah untuk area wisata," tulis rilis yang diterima Suara.com.
2. Tiket dijual online
Terdapat pula kebijakan pembayaran non tunai atau cashless dalam bertransaksi dan juga tidak ada penjualan tiket di loket. Hal itu dilakukan agar tidak ada antrian mengular. Pengunjung wajib membeli tiket secara daring atau online mulai 13 Juni 2020.
Pembelian tiket dapat dilakukan melalui www.ancol.com ataupun mitra penjualan tiket resmi yang bekerjasama dengan Ancol. Pengunjung pun wajib melakukan reservasi sebelum berkunjung ke Ancol. Khusus pengunjung yang membeli tiket di website Ancol, tanggal kedatangan sudah dapat dipilih sejak pembelian tiket.
3. Terapkan protokol kesehatan
Protokol kesehatan juga akan tetap dijalankan seperti pemeriksaan suhu tubuh di Pintu Gerbang Ancol dan semua unit rekreasi. Batas suhu maksimal yang ditetapkan adalah 37,3. Melewati batas tersebut, maka tidak dapat memasuki kawasan Ancol.
Baca Juga: Rekor 1.241 Orang Positif Corona dalam Sehari Karena Tracing yang Agresif
Penggunaan masker yang menutup hidung dan mulut merupakan hal wajib. Pengaturan jaga jarak fisik juga diberlakukan di semua area dengan jarak 1,5 - 2 meter.