Di sinilah kami sukses dibuat terpana, lantaran toko suvenir Kim Choo tersebut benar-benar menggambarkan akulturasi antara berbagai macam budaya di kalangan peranakan.
Tak heran, pemandu wisata kami pun menyebut daerah peranakan sebagai sesuatu yang eklektik dan wajib dikunjungi saat ke Singapura.
Bahkan, Evening Food and Cultural Tour of Joo Chiat juga direkomendasikan sebagai tur yang dapat dipesan turis lewat Agoda.

Jika di lantai satu kami bisa melihat aneka suvenir seperti dompet, sepatu, tatakan gelas, hingga guci yang dihiasi motif bunga peoni, anggrek, dan phoenix; rupanya ada surga tersembunyi di lantai dua toko ini.
Bukan toko biasa, Rumah Kim Choo adalah toko yang merangkap museum sejarah singkat peranakan.
Naik ke lantai dua, kami dibuat kagum oleh berbagai macam sulaman yang dibuat dari manik-manik super kecil.
Konon, orang peranakan memang memiliki budaya patriarki sehingga wanita baru akan diterima jika kemampuan menyulam dan menjahitnya sudah terbukti.
Tak hanya sulaman, ada pula foto-foto hitam putih yang menggambarkan kehidupan orang peranakan di zaman dulu.

Namun, yang lebih menarik lagi, adalah semua peralatan rumah tangga dan furnitur yang terpajang.
Baca Juga: 3 Destinasi Romantis di Singapura, Quality Time Kian Greget Bareng Si Dia
Seperti disebutkan sebelumnya, peranakan benar-benar menggabungkan gaya arsitektur Eropa, China, dan Melayu serta pengaruh agama Budha, Taoism, dan Kristen.