"Atraksi-atraksi untuk mengundang wisatawan datang, sangat perlu. Apalagi atraksinya bertaraf internasional, seperti SIMfest ini. Musik merupakan bahasa universal yang diterima semua kalangan," ujar Iyung.
Ya, kota yang dahulu bertumpu pada sektor pertambangan batu bara ini semakin menggeliat membenahi pariwisata. Hotel, museum, tempat rekreasi dan bangunan-bangunan tua di kota tersebut ditata apik, siap menyambut turis, baik domestik maupun asing.
Kota yang diapit Bukit Barisan ini membawa Anda seperti kembali ke zaman kolonial. Banyak gedung pemerintahan bergaya Belanda.
Di beberapa bangunan, tidak lupa dipadukan dengan bentuk bagonjong, atap khas ranah Minang.
"Jadi tunggu apa lagi, segera pesan tiket dan nikmati keindahan Sawahlunto di SIMFest 2018," ajaknya.