Suara.com - Semenjak beberapa tahun lalu dilakukan oleh Kim Kardashian, Vampire facial treatment semakin populer dan mulai meramaikan klinik-klinik kecantikan dunia, termasuk Indonesia.
Perawatan wajah dengan darah ini diklaim dapat mengurangi keriput dan masalah penuaan. Namun sayangnya, baru-baru ini Departemen Kesehatan di Meksiko mengeluarkan pernyataan bahwa perawatan vampire facial treatment atau dalam bahasa medis disebut platelet rich plasma (PRP), bisa memicu munculnya infeksi darah, termasuk HIV dan hepatitis.
BACA JUGA: Perbedaan Kulit Kering dan Kulit Dehidrasi yang Perlu Kamu Tahu
Para ahli menduga, HIV atau hepatitis dapat menyebar ke tubuh seseorang karena praktik yang nggak aman, khususnya dalam penggunaan jarum suntik.
BACA JUGA: Langka, Wanita di Negara Ini Tidak Suka Operasi Plastik
Dilansir dari Allure, ada dua kemungkinan mengapa hal ini bisa terjadi.