Menguak Eksotisme Pulau Harapan (1)

Esti Utami Suara.Com
Senin, 13 Oktober 2014 | 08:27 WIB
Menguak Eksotisme Pulau Harapan (1)
Pulau Harapan bisa dicapai dalam waktu tiga jam dari Muara Angke, Jakarta Utara (suara.com/Firsta Nodia Putri)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Sudah lama Kepulauan Seribu menjadi pilihan warga ibukota untuk berlibur. Dan, bagi Anda yang mulai bosan dengan Pulau Tidung, Pulau Pramuka, Pulau Pari maupun Pulau Puteri, bergeserlah  sedikit, maka Anda akan menemukan spot bagus untuk snorkeling. Pulau Harapan namanya.

Berbekal informasi yang saya dapatkan di Internet, untuk menjelajahi pulau-pulau di Kepulauan Seribu ini akan lebih hemat dan praktis jika menggunakan jasa trip organizer. Kebetulan, saya diajak untuk menjelajahi pulau Harapan dengan menggunakan jasa trip dari @trippulauseribu.

Untuk perjalanan dua hari satu malam, saya cukup merogoh kocek Rp350 ribu saja. Lebih murah beberapa puluh ribu ketimbang trip organizer lain.

Sebelum hari keberangkatan,  saya diberi tahu jadwal kegiatan selama di sana  serta barang-barang yang harus dipersiapkan.

Di hari yang ditentukan kami berkumpul di dermaga Muara Angke. Jadwal yang ditentukan pukul 06.00 waktu Indonesia Barat tapi kapal yang mengangkut kami ke Pulau Harapan baru berangkat pukul 07.45.  Lumayan lama nunggunya, eh di kapal kami  harus 'ngemper' di dek kapal bagian dalam maupun atas.

Untung saat itu ombak cukup ramah, namun bagi yang tak biasa disarankan untuk minum obat anti mabuk dan menyempatkan sarapan agar tidak mual.

Setelah tiga jam perjalanan, sebuah pulau dengan perairan yang berwarna hijau toska mulai tampak di depan mata. Sampailah kami di destinasi liburan, Pulau Harapan.

Begitu turun dari kapal, kami diarahkan ke sebuah penginapan milik warga atau yang populer dengan sebutan homestay. Fasilitas yang ditawarkan homestay ini pun terbilang lengkap. Memiliki dua kamar tidur yang dilengkapi pendingin ruangan, dua kamar mandi, ruang TV, penginapan ini muat dihuni 10-15 orang. Kami yang mulai merasa lapar langsung menyerbu makan siang beserta minuman dingin yang terhidang di meja makan.

Pesona keindahan bawah laut

Tak ingin membuang waktu, setelah sholat dan makan siang, kami pun langsung menjajaki 3 spot snorkeling di sekitaran Pulau Harapan. Cuaca yang cerah dan panas merupakan kondisi yang bagus untuk menikmati pesona di bawah laut ini.

Untuk menjangkau spot snorkeling, kami menggunakan kapal kayu yang lebih kecil namun cukup tangguh menghalau ombak.

Spot yang kami kunjungi antara lain Pulau Kayu Angin Genteng, Macan Gundul, dan Melintang Besar. Sebelum terjun mengintip pesona bawah laut, Pak Titut, warga lokal yang menjadi pemandu meminjamkan peralatan snorkeling, di antaranya life jacket, masker, snorkel, dan Fin. Tak lupa ia memberikan arahan agar kegiatan snorkeling ini berjalan aman.

Gugusan terumbu karang indah dengan bentuk yang bervariasi pun menyambut seketika kami terjun ke dalam air. Beberapa jenis ikan seperti ikan kakaktua, macan tutul, dan ikan ekor kuning sesekali beradu renang dengan kami. Tak ada salahnya membawa serpihan biscuit untuk memancing ikan-ikan ini muncul ke permukaan. Keindahan bawah laut yang tersaji rasanya sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Puas ber-snorkeling, Pak Titut membawa kami menuju pulau Perak untuk menikmati hamparan lautan dengan air biru jernih, berpadu dengan pantai berpasir putih halus yang berkilauan terkena sinar mentari. Hamparan karang berwarna menawan di dasar lautan bisa terlihat jelas. Sempurna!

Jika cuaca sedang bagus, pemandangan seperti ini bisa dinikmati dari pagi hingga sore. Pengunjung bisa berenang ke lautan yang jernih atau sekedar duduk menikmati keindahan alam ini.

Di Pulau Perak, pengunjung juga bisa menikmati berbagai cemilan untuk mengganjal perut yang kosong akibat kelelahan ber-snorkeling. Ada dua warung di pulau ini yang selalu dikerumuni pengunjung untuk sekedar membeli gorengan, mie instant, kopi, maupun kelapa muda. Untuk sepotong gorengan dijual Rp2000, mie instant Rp10.000, sedangkan air kelapa muda Rp15 ribu. Jadi jangan lupa siapkan uang saku secukupnya ya ketika akan ber-snorkeling!

Mengejar senja di Pulau Bira

Setelah puas menikmati pantai Perak, tujuan kami selanjutnya adalah menikmati senja di Pulau Bira. Matahari tenggelam memang selalu indah, apalagi di Pulau Bira.  Setelah 30 menit kami menunggu, matahari pun benar-benar tenggelam. Saatnya kami juga untuk kembali ke penginapan dan beristirahat sebelum kembali mengeksplorasi destinasi lain di sekitar Pulau Harapan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI