“Saat diskusi dengan para psikolog, di Jakarta itu saat ada yang mendengarkan keluh-kesah, itu sudah menurunkan tingkat stres. Warga bisa curhat dan berinteraksi dengan tenaga profesional. Sehingga beban pikirannya tidak tersedimentasi menjadi masalah kesehatan mental yang lebih berat," imbuhnya.
Selama melakukan uji coba, RK menyebut pengguna mobil curhat tak hanya berasal dari kalangan generasi Z. Ada juga para lanjut usia (lansia) yang menggunakan fasilitas itu.
“Jadi kebutuhannya sangat tinggi, sangat luas, mulai dari anak sekolah hingga warga senior. Mobil curhat menjadi komitmen kami untuk mendekatkan layanan psikologi ke warga," pungkasnya.