Ridwan Kamil Punya Cara Untuk Tekan Polusi Udara: WFH Bergilir Hingga Kerahkan Truk Penyemprot Air Tiap Pagi

Minggu, 17 November 2024 | 21:18 WIB
Ridwan Kamil Punya Cara Untuk Tekan Polusi Udara: WFH Bergilir Hingga Kerahkan Truk Penyemprot Air Tiap Pagi
Foto polusi udara selimuti gedung pencakar langit Jakarta. (IG @pakindro)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Calon Gubernur DKI Jakarta Ridwan Kamil (RK) membeberkan rencananya mengatasi polusi udara. Ia menilai pentingnya intervensi pemerintah untuk mengurangi emisi penyebab polusi.

Hal ini disampaikannya saat debat ketiga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2024 di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2024).

Awalnya dalam debat itu, RK ditanya soal panelis apa saja upaya untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota hijau.

Eks Gubernur Jawa Barat itu menyampaikan sejumlah program mulai dari merapikan tata ruang agar mobilitas masyarakat berkurang dan mendorong peralihan penggunaan transportasi prihadi ke angkutan umum.

Kemudian menanam 2 juta pohon di seluruh wilayah Jakarta, mendorong penggunaan panel surya, hingga peralihan tenaga fosil ke listrik.

"Kami juga akan memperkenalkan inovasi climate budget, di mana anggaran Pemprov DKI akan dirancang agar setiap sen yang dikeluarkan bisa ditelusuri untuk tujuan pengurangan karbon dan polusi di Jakarta," ujar RK.

Kemudian, RK juga ingin membuat kebijakan yang mewajibkan perusahaan-perusahaan di Jakarta menerapkan bekerja dari rumah alias work from home (wfh) secara bergantian.

"Melalui program ini, industri akan diatur secara bergilir—misalnya, perusahaan A WFH pada Senin, sementara perusahaan B pada Selasa. Pola ini akan mengurangi pergerakan warga, kemacetan, dan polusi," tuturnya.

Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta nomor urut satu, Ridwan Kamil [YouTube]
Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta nomor urut satu, Ridwan Kamil [YouTube]

Eks Gubernur Jawa Barat itu mau memasang sensor polusi udara di kawasan zona merah. Cara lainnya adalah dengan mengerahkan truk penyemprot air untuk membuat embun yang menyerap polusi.

Baca Juga: Dukung PSN Giant Sea Wall, Dharma Pongrekun: Tapi Nelayan Wajib Diberikan Ganti Rugi Setiap Tahun Rp137 M

"Kami akan menggunakan teknologi truk embun, seperti yang diterapkan di kota-kota di Cina. Setiap pagi, truk ini akan menyemprotkan air untuk menyerap partikel polusi di udara," pungkasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI