Debat Pamungkas: Selain Pencegah Banjir Pesisir, RK Mau Jadikan Giant Sea Wall Ruang Sosial

Minggu, 17 November 2024 | 20:43 WIB
Debat Pamungkas: Selain Pencegah Banjir Pesisir, RK Mau Jadikan Giant Sea Wall Ruang Sosial
Pasangan calon nomor urut satu, Ridwan Kamil dan Suswono di debat terakhir Pilkada Jakarta. (Tangkapan layar/Youtube)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Ridwan Kamil (RK) bakal mendorong terwujudnya proyek tanggul laut raksasa alias Giant Sea Wall di teluk Jakarta. Hal ini dianggap solusi efektif untuk mencegah banjir karena pasang air laut di kawasan pesisir.

Hal ini disampaikannya dalam debat ketiga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2024 di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2024). Sebenarnya dalam debat itu, dua Cagub peserta debat lainnya, yakni Dharma Pongrekun dan Pramono Anung juga menyetujui Proyek Strategis Nasional (PSN) itu.

Kendati demikian, RK menyebut dirinya ingin Giant Sea Wall tak hanya sekadar menjadi tanggul raksasa saja. Ia berencana menjadikannya sebagai ruang sosial tempat masyarakat bisa berkumpul.

"Tambahan gagasan kami adalah menjadikan kawasan Giant Sea Wall sebagai ruang sosial," ujar RK.

Dengan menjadi ruang sosial, maka manfaat dari Giant Sea Wall disebutnya bakal merasakan manfaat dari mega proyek itu.

Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta nomor urut satu, Ridwan Kamil [YouTube]
Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta nomor urut satu, Ridwan Kamil [YouTube]

"Kawasan tersebut harus memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk generasi muda. Konsep ini bertujuan menghadirkan keadilan tata ruang, agar masyarakat pesisir juga merasakan manfaatnya," jelasnya.

Kemudian dalam pengerjaannya nanti, ia menyebut proyek itu harus memenuhi aspek keadilan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Karena itu, ia bakal menggandeng banyak pihak mulai dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pemerhati lingkungan, hingga masyarakat sekitar nantinya.

"Kunci utamanya adalah dialog. Warga, LSM, dan organisasi lingkungan seperti WALHI harus dilibatkan untuk merumuskan apakah Giant Sea Wall adalah solusi satu-satunya," tuturnya.

Bersamaan dengan itu, RK juga mau menggencarkan penanaman pohon bakau alias mangrove demi mencegah abrasi di kawasan pesisir.

Baca Juga: Usai Dibui Gegara Arogan, Crazy Rich Sahroni Spill Kasus Baru Ivan Sugianto: Diusut Saja sampai Tuntas!

"Kami juga memiliki visi untuk menambah mangrove dan memperluas tanggul yang ada," pungkasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI