Suara.com - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut satu, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) turut menyoroti pentingnya mengamankan pasokan pangan untuk warga Jakarta. Apalagi, mayoritas pasokan pangan Jakarta masih dikirim dari luar daerah.
Dalam debat kedua Pilkada DKI, Suswono menyebut keterbatasan lahan pertanian di Jakarta perlu disiasati. Perlu ada beberapa terobosan guna memastikan bahan-bahan pangan dapat diakses seluruh warga dengan mudah dan murah.
Juru bicara RIDO, Fahlino Sjuib, menyebut salah satu inovasi yang akan dilakukan adalah dengan membuat kontrak berjangka alias forward contract dengan daerah lain.
“Forward contract dengan daerah-daerah penghasil pangan memastikan ketersediaan dan mengunci harga bahan pokok, sehingga warga Jakarta terlindungi dari lonjakan harga," ujar Fahlino kepada wartawan, Senin (28/10/2024).
Dengan cara ini, pasokan pangan di hari raya keagamaan juga dipastikan aman meski ada lonjakan permintaan dari masyarakat.
"Ini tentu krusial terutama saat permintaan meningkat saat hari raya keagamaan dan tahun baru. Paslon RIDO melakukan antisipasi dengan melakukan inovasi seperti ini,” tuturnya.
Debat Pilkada Jakarta
Sebelumnya, saat pemaparan visi-misi di debat Pilkada DKI, Suswono menyebut ketahanan pangan di Jakarta masih sangat rawan.
"Sebanyak 98 persen pangan Jakarta dipasok dari luar Jakarta, maka ketahanan pangan Jakarta sungguh sangat-sangat rawan. Kami akan pastikan bahwa pasokan pangan akan aman sepanjang RIDO memimpin Jakarta," kata Suswono, Minggu (28/10/2024).
Baca Juga: Cecar Rano Karno Soal IPM Banten Turun, RK: Jadi Pemimpin Tak Perlu Cari-cari Alasan
![Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu Suswono dalam debat kedua Pilkada 2024 di Beach City International Stadium, Jakarta, Minggu (27/10/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/10/27/38224-debat-pilgub-jakarta-2024-suswono.jpg)
Forward contract ini, kata Suswono bisa dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang pangan.