Dari hasil penyampaian aspirasi dan harapan, kata Tina, mayoritas GenZ menginginkan ksetaraan gender.
Khususnya soal ketersediaan peluang berkarir dalam salah satu instansi yang kebanyakan membuka peluang untuk oara pria.
“Kalau intinya, aspirasinya sebenarnya banyak dari mereka. Tapi yang mereka sampaikan itu sebetulnya lebih ke harapan sih,” ucap Tina.
“Kaya misalnya tadi, mereka merasa bahwa tadi yang dari tenaga kesehatan, mereka maunya bawa, maunya rata nih. Jangan yang perempuan ditaruhnya di mana, yang laki taruhnya di mana. Terus juga, kok tersentralisasi di satu tempat dan lain sebagainya,” tukasnya.