Betawi Banget dan Lebih Merakyat, Strategi Rano Karno Pakai Nama Si Doel di Pilkada Jakarta Dibongkar Pengamat

Minggu, 22 September 2024 | 22:05 WIB
Betawi Banget dan Lebih Merakyat, Strategi Rano Karno Pakai Nama Si Doel di Pilkada Jakarta Dibongkar Pengamat
Bakal Cawagub DKI Jakarta dari PDIP Rano Karno. (Suara.com/Novian)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Indonesia Political Review (IPR) menilai penggunaan nama seperti si Doel oleh Rano Karno dalam kampanye merupakan strategi politik untuk menaikkan elektabilitas dan mendapat dukungan publik.

"Ini bagian dari pada strategi untuk bisa dikenal dan mendapat dukungan dari publik atau warga Jakarta. Karena nama beken, nama panggilan, nama familier itu menjadi penting," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin di Jakarta, Minggu (22/9/2024).

Menurut dia, masyarakat Indonesia, termasuk warga Jakarta sudah mengenal Pramono Anung Wibowo, bukan Pramana Anung Wibawa sebagaimana tertulis dalam KTP dan ijazah eks Menteri Sekretaris Kabinet (Menseskab) tersebut.

Sedangkan Rano Karno, Ujang menilai, nama Si Doel lebih dekat dengan masyarakat Betawi.

"Kalau nama Rano Karno dikenal, tapi sedikit. Si Doel lebih mengena, lebih merakyat, lebih bagus. Siapa orang yang tidak kenal Rano Karno dan siapa orang yang tidak tahu Si Doel kan," katanya.

Jadi, lanjut dia, Si Doel ini nama panggilan, nama beken yang cocok dengan tipologi masyarakat Jakarta, masyarakat Betawi, kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar itu.

Bacagub DKI Jakarta dari PDIP, Rano Karno. (Suara.com/Faqih)
Cawagub DKI Jakarta dari PDIP, Rano Karno. (Suara.com/Faqih)

Oleh karena, lanjut Ujang, keputusan pasangan Pramono Anung-Rano Karno tersebut merupakan strategi untuk menghadapi kampanye Pilkada Jakarta pada 25 September hingga 23 November 2024.

Melalui penyesuaian dan penambahan nama, mereka sekaligus melakukan pendekatan kultural dan pendekatan kebudayaan agar masyarakat semakin dekat dengan mereka.

"Bahwa Pramono Anung itu ya Pramono Anung bukan Pramana Anung. Kalau Rano Karno itu ya Si Doel. Melekat dalam hati dan pikiran warga Jakarta. Jadi, ini bagian dari strategi itu," ucapnya.

Baca Juga: Marak Coretan "Loser" hingga "Penipu" di Baliho RIDO, RK soal Aksi Vandalisme: Jangan Ada Pelanggar Aturan!

Menurut Ujang, praktik seperti itu sedikit banyak akan berpengaruh terhadap elektabilitas. Namun demikian, dalam konteks Pramono Anung-Rano Karno semua harus dilihat lebih lanjut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI