Hasto Balas Tudingan Jadi Penghambat Pertemuan Megawati-Jokowi: Bung Noel Nggak Tahu

Kamis, 18 April 2024 | 16:39 WIB
Hasto Balas Tudingan Jadi Penghambat Pertemuan Megawati-Jokowi: Bung Noel Nggak Tahu
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Suara.com/Bagas)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, jika Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri memiliki sikap kenegarawanan. Salah satunya ditunjukan dengan memilih bertemu dengan anak ranting partai terlebih dahulu pada momen lebaran.

Hal itu disampaikan Hasto saat ditanya awak media terkait pernyataan dari Ketua Umum Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer yang menyebut Hasto dianggap jadi penghambat pertemuan Megawati dengan Presiden Jokowi hingga Prabowo Subianto.

"Ya Bung Noel kan nggak tahu, bagaimana Ibu Mega memiliki sikap kenegarawanan dan apakah perlu saya bacakan komentar dari ranting-ranting?," kata Hasto di Markas Front Penyelemat Demokrasi dan Reformasi (F-PDR) di Jalan Diponegoro 72, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2024).

Baca Juga: Hasto Disebut Jadi Penghalang Pertemuan Megawati dengan Jokowi, Gibran: Silahturahmi Kok Dilarang

Hasto kemudian menjelaskan, jika para anak-anak ranting partai menjadi benteng bagi Megawati. Apalagi, dengan sistem kepartaian di PDIP saat ini banyak menghasilkan figur-figur mumpuni yang berlatarbelakang rakyat biasa.

"PDI Perjuangan mengadakan sekolah partai, sehingga munculah Eri Cahyadi, yang merintis karir dari ASN, menjadi Wali Kota di Semarang, di Surabaya, muncul Bu Ita menjadi Wali Kota Semarang, Pak Abdullah Azwar Anas jadi Bupati dua periode di Banyuwangi itu dari kalangan rakyat biasa," tuturnya.

"Rano Karno dari kalangan artis, tapi punya suatu keberpihakan terhadap budaya bangsa. Bisa menjadi Gubernur. Pak Djarot Saiful Hidayat seorang dosen, bisa jadi Wali Kota Blitar dua periode. Begitu banyak dari kalangan rakyat biasa. Yang bisa jadi kepala daerah," sambungnya.

Baca Juga: Hasto Sebut Megawati Ajukan Amicus Curiae sebagai Warga Biasa, Demokrat: Ngeles!

Termasuk juga, kata dia, sosok Joko Widodo atau Jokowi yang dilahirkan oleh PDIP. Menurutnya, mereka-mereka yang disebutkan saat ini justru sedang terancam.

"Nanti yang jadi pimpinan adalah mereka yang punya uang, mereka yang punya akses, terhadap hukum sehingga hukum bisa dilanjutkan menjadi alat intimidasi, apakah itu yang kita inginkan? Maka ini adalah sisi gelap demokrasi kita yang harus kita selamatkan," katanya.

"Maka mengapa Ibu Mega sampai menjadi amicus curiae, sebagai warga negara Indonesia dan kemudian menulis dgn perasan pikiran agar habis gelap benar benar terbitlah terang," imbuhnya.

Terakhir ia menegaskan, jika bertemu anak-anak ranting partai merupakan sebuah kehormatan. Menurutnya, hal itu yang tak diketahui oleh Noel.

"Lho Bansos saja dibagi dengan terang terangan, jadi bertemu anak ranting itu kehormatan. Noel nggak tahu. Bertemu anak ranting PDI Perjuangan itu sumber kekuasaan, dari yang namanya Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu berasal dari anak ranting. Itu suatu kehormatan. Noel yang tidak tahu," pungkasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI