Joget Gemoy Prabowo Disindir Psikolog Kubu Ganjar-Mahfud, Hotman Paris: Gua Pusing Dengarnya

Selasa, 02 April 2024 | 16:27 WIB
Joget Gemoy Prabowo Disindir Psikolog Kubu Ganjar-Mahfud, Hotman Paris: Gua Pusing Dengarnya
Anggota Tim Pembela Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Hotman Paris Hutapea. [Suara.com/Dea]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Tim Pembela Prabowo-Gibran, Hotman Paris mengkritik keterangan ahli psikologi yang dihadirkan oleh kubu Ganjar-Mahfud dalam sidang sengketa Pilpres 2024.

Menurut Hotman, keterangan dua ahli psikologi Ganjar-Mahfud tidak masuk akal.

Baca Juga:

Hotman Paris Cecar Romo Magnis di Sidang MK, Gegara Presiden Seperti Pencuri di Kantor

Terutama untuk membatalkan kemenangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024.

"Mereka bawa dua psikolog, dua psikolog mau dipake untuk membatalkan 90 juta suara, masuk di akal nggak sih? Gua pusing dengarnya, ini praktik hukum yang mana coba?" kata Hotman setelah sidang sengketa Pilpres 2024 di MK, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2024).

Bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto joget saat dicecar Najwa Shihab soal Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas yang bagi-bagi uang ke nelayan dalam acara '3 Bacapres Berbicara Gagasan' yang digelar Mata Najwa di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (19/9/2023) malam. (Tangkap Layar)
Bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto joget saat dicecar Najwa Shihab soal Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas yang bagi-bagi uang ke nelayan dalam acara '3 Bacapres Berbicara Gagasan' yang digelar Mata Najwa di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (19/9/2023) malam. (Tangkap Layar)

Hotman kemudian menyinggung keterangan ahli psikologi Ganjar-Mahfud tentang perubahan sikap Prabowo. Hotman menyebut sentilan kubu Ganjar-Mahfud tentang model kampanye joget gemoy justru dirasa menguntungkan.

"Mana psikolog mereka terakhir mereka mengatakan kenapa Prabowo menang, karena waktu 2014-2019 dia menunjukkan ingin berkuasa, tapi pada saat dia masuk tim Jokowi, dia menunjukkan sikap yang sangat cool, dia menunjukkan pribadi yang sangat cool," ujar Hotman.

"Bahkan waktu kampanye pun dia diserang habis-habisan dia tetap tenang, belum lagi tari-tari, gemoy-gemoy, joget-joget, itu kata psikolog mereka. Eh malah psikolognya menguntungkan kita," lanjutnya.

Baca Juga: KPK Ajak Masyarakat Tagih Janji Kampanye Prabowo Subianto Berantas Korupsi

Baca Juga:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI