Suara.com - Saksi dari kubu capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang bernama Arief Patra Wijaya atau Patra Zen sempat meminta didahulukan dalam sidang sengketa Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi atau MK.
Padahal, ia diketahui datang terlambat ke sidang.
Baca Juga:
Sidang Sengketa Pilpres Memanas, Hotman Paris Adu Mulut dengan Ketua MK Suhartoyo
Hal tersebut terjadi dalam sidang sengketa Pilpres 2024 yang digelar MK pada Senin (1/4/2024).
Dalam tayangan tampak, salah satu anggota tim hukum Anies-Cak Imin yakni Heru Widodo, mengajukan permohonan izin kepada Ketua MK, Suhartoyo untuk mendahulukan satu orang saksi.
Permintaan tersebut diajukan karena Patra harus menjadi dosen penguji dalam sidang skripsi di Universitas Sriwijaya pada pukul 15.00 WIB.
"Yang Mulia, mohon izin sebelum melanjutkan ke ahli berikutnya ada permintaan dari saksi satu orang karena akan menguji di Universitas Sriwijaya pukul 15.00 WIB mohon satu didahulukan jika diperkenankan Yang Mulia, satu orang," kata Heru dikutip melalui tayangan video YouTube Mahkamah Konstitusi RI, Selasa (2/4/2024).
Mendengar permohonan tersebut, Suhartoyo lantas mempersilakan Heru untuk melanjutkan.
Baca Juga: Bakal Dihadirkan MK di Sidang Sengketa Pilpres, Airlangga Hartarto: Undangannya Belum Ada
"Terima kasih Yang Mulia. Saudara Arief Patra Wijaya minta izin di....," ucap Heru.