Suara.com - Pengamat politik Hendri Satrio menanggapi pertemuan antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Calon Presiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto.
Menurut dia, hal ini menunjukkan adanya perjanjian politik antara Surya dengan Prabowo meski NasDem mengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Baca Juga:
Menerka Nasib Anies Usai Pilpres 2024: Maju Pilgub DKI Atau Jadi Menteri Prabowo?
Minta Gibran Didiskualifikasi, Yusril Sebut Gugatan Kubu Anies dan Ganjar Sulit Dikabulkan
Pria yang akrab disapa Hensat itu menilai tugas Anies sudah selesai sebagai capres yang diusung NasDem.
"Mas Anies sudah menyelesaikan tugas sebagai calon presiden. Minimal per hari ini kan sudah selesai rekapitulasinya," kata Hensat kepada Suara.com, Senin (15/3/2024).
"Jadi, kalau menurut saya sebaiknya Mas Anies menjaga konstituen yang 24 persen itu untuk 2029 boleh, untuk menjadi penyeimbang boleh, atau menjadi oposisi atau berada di luar pemerintah juga disarankan," tambah dia.
Baca Juga: Ketua TKN Sambangi Kantor Mensesneg Pratikno, Bahas Susunan Kabinet Prabowo-Gibran?

Seperti diketahui, Prabowo berkunjung ke NasDem Tower, Jumat (22/3/2024) siang. Kedatangan Prabowo disambut langsung oleh Ketua Umum NasDem, Surya Paloh.