Suara.com - Analis politik Hendri Satrio menduga ada perjanjian politik antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan calon presiden atau capres nomor urut 2 Prabowo Subianto.
Meski NasDem mengusung pasangan capres dan cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, Hendri menilai perjanjian politik justru terjadi antara Surya Paloh dengan Prabowo.
Baca Juga:
Menerka Nasib Anies Usai Pilpres 2024: Maju Pilgub DKI Atau Jadi Menteri Prabowo?
Minta Gibran Didiskualifikasi, Yusril Sebut Gugatan Kubu Anies dan Ganjar Sulit Dikabulkan
Hendri mengungkap ada tiga faktor yang mendukung adanya perjanjian politik antara Prabowo dengan Surya Paloh.
"Yang pertama, sangat mungkin kedua tokoh ini berjanji untuk menjaga Indonesia. Yang kedua adalah siapa yang menang, merangkul yang kalah," kata pria yang akrab disapa Hensat itu kepada Suara.com, Senin (25/3/2024).
"Yang ketiga, ini berlaku juga dukung mendukung ini di level partainya karena kan dua-duanya ketua umum. Jadi, kalau Gerindra menang, NasDem bergabung dengan Gerindra," tambah dia.
Seperti diketahui, Prabowo berkunjung ke NasDem Tower, Jumat (22/3/2024) siang. Kedatangan Prabowo disambut langsung oleh Ketua Umum NasDem, Surya Paloh.