Suara.com - Juru Bicara Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Billy David mengomentari tentang netralitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2024 disoroti oleh Komite HAM PBB.
"Tentu kita perlu melihat ini sebagai tamparan keras bagi pemerintah. Di mana isu yang harusnya menjadi isu domestik menjadi perhatian internasional," kata Billy kepada wartawan, Senin (18/3/2024).
Billy meyakini bahwa Anggota Komite HAM PBB, Bacre Waly Ndiaye yang menyoroti netralitas Jokowi adalah orang yang kompeten.
"Kita perlu melihat bahwa yang menyampaikan isu tersebut di forum PBB adalah orang yang memiliki kredibilitas yang kuat," ucap Billy.
![Juru Bicara Timnas AMIN, Billy David. [Suara.com/Rakha]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/12/20/18030-juru-bicara-timnas-amin-billy-david.jpg)
Selain itu, Billy menyebut Jokowi dan pemerintah harus berani terus terang dengan kondisi yang terjadi di Indonesia saat ini.
"Kita juga perlu lihat dalam kacamata internasional bagaimana Indonesia harus berperan lebih aktif untuk menjelaskan situasi apa yang terjadi di negerinya ke kancah internasional," ujarnya.
"Dan tentu yang patut kita pertanyakan juga adalah bagaimana selama ini komitmen Indonesia hadir di forum-forum internasional terutama presiden," lanjut Billy.
Oleh sebab itu, Billy menyampaikan Timnas AMIN mendorong pemerintah untuk mengambil langkah pasca Jokowi kena sorot dalam sidang Komite HAM PBB.
"Dengan teguran semacam ini saya rasa selesai tanggal 14 pun perhatian publik bukan hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri terus meningkat dan pemerintah perlu mengambil langkah serius atas hal tersebut," ungkapnya.
Baca Juga: MK Kudu Netral saat Usut Sengketa Pemilu 2024, Pemerintah Diingatkan Tak Cawe-cawe!
Jokowi Disorot