Puncaknya terjadi pada Februari 2024, di mana pemilih Jokowi-Maruf berbasis PDIP yang memilih Ganjar-Mahfud menjadi 56 persen saja.
"Pemilih Jokowi sekaligus juga pemilih PDIP itu terus mengalami penurunan dan rupanya yang mengalami kenaikan akibat adanya penurunan dukungan kepada Ganjar dari basis pemilih Jokowi yang PDIP itu adalah pasangan Prabowo Subianto," kata Direktur LSI Djayadi Hanan melalui paparannya, Minggu (25/2/2024).
Mereka mengalihkan dukungannya untuk Prabowo-Gibran.
Ada lonjakan tajam terlihat dari Januari ke Februari.
![Survei LSI memperlihatkan adanya tren migrasi pendukung Jokowi-Maruf di Pilpres 2019 kepada pasangan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. [Tangkap Layar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/02/26/90868-survei-lsi-soal-tren-migrasi-dukungan-dari-pemilih-jokowi-maruf-di-pilpres-2019.jpg)
Pada Januari 2024, pemilih Jokowi-Maruf berbasis PDIP yang mendukung Prabowo-Gibran berjumlah 15,1 persen.
Di Februari awal meningkat menjadi 25,9 persen dan kian bertambah menjadi 36,9 persen usai hari pencoblosan Pemilu 2024 berlangsung.
"Jadi salah satu penjelas mengapa pasangan Ganjar Pranowo atau pasangan 03 tidak mampu memenangkan pertarungan atau suaranya seperti itu antara lain karena mereka tidak mampu mempertahankan loyalitas pemilih PDIP untuk memilih pasangan yang diajukan oleh PDIP," terangnya.
Selain mendapatkan suara limpahan dari basis PDIP, Prabowo-Gibran juga memperoleh dukungan dari pemilih Jokowi-Maruf non-PDIP.
"Sehingga pada saat ini mencapai 66 persen dari pemilih Jokowi-Maruf yang 2019 lalu yang non PDIP memilih 02," terangnya.
Baca Juga: PDI Perjuangan Bersiap Menang Hattrick, Warganet: 16 Persen Kok Minta Hattrick
Sebagai informasi, survei dilakukan pada 19 hingga 21 Februari 2024.