Heboh Cekcok Bawaslu Bukittinggi dengan Tim Anies Baswedan Saat Bagi-bagi Kalender di Pasar, Ini Biang Keroknya

Riki Chandra Suara.Com
Rabu, 07 Februari 2024 | 12:39 WIB
Heboh Cekcok Bawaslu Bukittinggi dengan Tim Anies Baswedan Saat Bagi-bagi Kalender di Pasar, Ini Biang Keroknya
Calon Presiden nomor urut 1 Anies Rasyid Baswedan menyapa puluhan ribu relawan, simpatisan dan masyarakat setempat saat menghadiri konsolidasi akbar DPW Partai NasDem Sulsel di Lapangan Nasdem, Jalan Bau Massepe, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Selasa (6/2/2024) [SuaraSulsel.id/ANTARA]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat menghentikan kampanye sejumlah relawan yang mengaku pendukung Capres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di tengah pasar. Hal itu dilakukan lantaran mereka tidak memiliki Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP).

Pemberhentian kampanye itu berujung dengan cekcok mulut yang akhirnya viral di media sosial.

"Sesuai aturan, salah satu metode kampanye adalah penyebaran bahan kampanye. Dan jika dilakukan secara tatap muka ke komunitas atau pasar secara bersama-sama itu harus ada STTP, Panwaslu Kelurahan Desa (PKD) sudah meminta secara baik," kata Ketua Bawaslu Bukittinggi, Ruzi Haryadi, Rabu (7/2/2024).

Baca Juga:

Muncul Gerakan Akademisi Tandingan yang Kritik Jokowi, Dua Tokoh Ini Kuliti Latar Belakangnya: Ngaku Dosen UI Ternyata

Gaya Selvi Ananda Kampanye di Pasar Kemiri Depok Disorot: Mbokya Dibeliin Sepatu Mas Gibran

Sudah Ditunggu Di Bandara Sejak Jam 3 Pagi, Anies Terharu Sambutan Masyarakat Manado

Ahok Bongkar Dalang Pemenjaraan Dirinya, Benarkah Sosok Ini?

Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Jokowi Tak Teruskan Cita-cita Soekarno, Ahok: Harusnya Kalteng

Baca Juga: JIS Siap Diguncang! Anies-Muhaimin Gelar Kampanye Akbar Bertabur Bintang, Daftar Tiket Gratisnya di Sini

Menurutnya, STTP penting untuk koordinasi pengamanan selama pasangan calon atau kelompok yang melakukan kampanye ke masyarakat.

REKOMENDASI

TERKINI