Buntut Komentari Presiden Ikut Kampanye, Tom Lembong Dilaporkan ke Bawaslu

Selasa, 30 Januari 2024 | 18:58 WIB
Buntut Komentari Presiden Ikut Kampanye, Tom Lembong Dilaporkan ke Bawaslu
Tom Lembong (Instagram/tomlembong)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menerima laporan dari Advokat Lingkar Nusantara atau Advokat Lisan yang mengadukan dugaan pelanggaran pemilu oleh Co-Captain Timnas Anies-Muhaimin, Thomas Trikasih Lembong.

Pada laporan ini, unggahan media sosial Tom Lembong yang menunjukkan Pasal 299 Ayat 1 diperkarakan karena dianggap keliru.

“Pasal 299 ayat (1) menjadi berbunyi: Presiden dan Wakil Presiden mempunyai hak melaksanakan kampanye sepanjang tidak terikat hubungan keluarga sedarah atau semenda sampai derajat ketiga, atau hubungan suami atau istri meskipun telah bercerai dengan pasangan calon, calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota," demikian unggahan Tom Lembong, dikutip Selasa (30/1/2024).

Perwakilan Advokat Lisan, Hendarsam Marantoko menyebut pasal yang diunggah Tom Lembong tersebut keliru.

"Unggahan Thomas Trikasih Lembong tersebut jelas keliru, sebab tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 299 ayat 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu," kata Hendarsam dalam keterangannya.

Untuk itu, dia menduga Tom Lembong melakukan upaya menghasut dan mengadu domba perseorangan atau masyarakat agar merespons negatif ungkapan Presiden Jokowi yang sebelumnya menyinggung bahwa presiden boleh memihak dan melakukan kampanye.

Hendarsam menduga Tom melanggar ketentuan pada Pasal 280 ayat (1) huruf (d) Undang- Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

"Kami menyadari bahwa dalam penyelenggaraan Pemilu akan selalu dilakukan berbagai cara untuk melakukan pelanggaran sehingga sudah sepatutnya KPU dan Bawaslu harus tanggap mendahului pelanggaran yang akan atau sedang terjadi," tutur Hendarsam.

"Atas dasar temuan tersebut, kami memohon kepada Badan Pengawas Pemilu untuk menindaklanjuti adanya dugaan pelanggaran pemilu tersebut dengan segera agar mengindari munculnya ketidakpercayaan masyarakat dalam penyelenggaran Pemilu 2024," tambah dia.

Baca Juga: Begini Reaksi Nusron Wahid Dengar Jokowi Bisa Diapa-apain Kalau Ganjar-Mahfud Menang

Menanggapi itu, Anggota Bawaslu RI Puadi mengatakan pihaknya sudah menerima laporan tersebut dan akan melakukan penelusuran dugaan pelanggaran Tom Lembong.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI