TKN Desak Bawaslu Undang Pemilik Akun Penyebar Foto Stiker Prabowo-Gibran di Beras Bulog

Jum'at, 26 Januari 2024 | 22:33 WIB
TKN Desak Bawaslu Undang Pemilik Akun Penyebar Foto Stiker Prabowo-Gibran di Beras Bulog
Wakil Ketua TKN Prabowo Gibran Habiburokhman menjelaskan soal beredarnya gambar yang menunjukan stiker Prabowo-Gibran di beras bulog. [Suara.com/Novian]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran mendesak Bawaslu agar proaktif mengusut dugaan fitnah terkait stiker Prabowo-Gibran yang ditempel di beras Bulog.

TKN bahkan menyarankan Bawaslu mengundag Jhon Sitorus pemilik akun X @Miduk17 sebagai pihak yang juga menyebarkan informasi terkait.

"Termasuk di antaranya adalah menurut kami Bawaslu baiknya mengundang pemilik akun Jhon Sitorus untuk menanyakan supaya jelas," kata Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman dalam konferensi pers di Media Center TKN, Jakarta Selatan, Jumat (26/1/2024).

Menurut Habiburokhman, klarifikasi dari Jhon diperlukan guna menjawab lebih detail informasi perihal stiker Prabowo-Gibran yang tertempel di kemasan beras Bulog.

Menurut Habiburokhman, akun terkait tidak mengunggah lebih lanjut keterangan detail mengenai stiker Prabowo-Gibran di kemasan beras Bulog.

"Itu yang nggak ada. Jadi kami meminta Bawaslu proaktif undang saja ini orang agar terang dan jelas," kata Habiburokhman.

Diketahui dalam konfernsi pers tersebut, Habiburokhman turut memperlihatkan hasil tangkapan layar cuitan @Miduk17 berkaitan dengan gambar Prabowo-Gibran di kemasan beras Bulog.

Sebelumnya, TKN Prabowo-Gibran membantah bahwa kubu Prabowo-Gibran memasang stiker paslon nomor 2 di karung beras Bulog. Mereka merasa pemberitaan terkait hal tersebut adalah fitnah.

Diketahui media sosial diramaikan dengan foto beras program Stabilisasi pasokan dan Harga Pangan Pangan (SPHP) yang ditempeli stiker Prabowo-Gibran.

Baca Juga: Persiapan Debat Capres; Dewan Pakar Bakal Latih Prabowo

"Dengan ini kami sampaikan bahwa tidak benar kalau ada tuduhan bahwa kami yang memasang stiker tersebut lalu menjadikan beras tersebut sebagai komoditas politik untuk untungkan kami," kata Habiburokhman.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI