Suara.com - Habib Bahar bin Smith (HBS) resmi mendukung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk Pilpres 2024. Dukungan ini berdasarkan pada hasil Ijtima Ulama yang digelar di Masjid Az-Zikra Sentul, Bogor.
Meski begitu, Habib Bahar mengingatkan Anies-Imin agar tak berkhianat jika nanti terpilih. Ia pun siap melawan apabila hal itu terjadi. Adapun pernyataan ini membuat rekam jejaknya yang diketahui sering menuai kontroversi, turut dicari.
Rekam Jejak Habib Bahar bin Smith
Pemiliki nama asli HB Assayid Bahar Bin Smith itu adalah putra sulung dari pasangan Ali bin Smith dan Isnawati Ali. Ia lahir di Manado pada 23 Juli 1985 atau kini berusia 38 tahun. Ia menikahi wanita bernama Fadlun Faisal Balghoits.
Dari pernikahan itu, Habib Bahar dan istri dikaruniai empat orang anak. Putra-putrinya itu diberi nama Sayyid Maulana Malik Ibrahim, Syarifah Aliyah Zharah Hayat, Syarifah Ghaziyatul Gaza, dan Sayyid Muhammad Rizieq Ali.
Sementara dari segi pendidikan, Habib Bahar diketahui sempat belajar di Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (DALWA). Di sisi lain, ia keturunan Arab Hadhrami golongan Alawiyyin bermarga Aal bin Sumaith.
Habib Bahar sendiri dikenal sebagai seorang aktivis FPI dan pendakwah muda. Ia pada tahun 2007 lalu, mendirikan Majelis Pembela Rasulullah dan memiliki kantor pusat di Pondok Aren, Tangerang Selatan, dan Banten.
Bersama para jamaahnya tersebut, Habib Bahar sempat beraksi menutup paksa sejumlah tempat hiburan yang dinilai menjadi sarang maksiat. Selain itu, ia juga membangun Ponpes Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kemang, Bogor.
Ia pun diketahui memiliki kedekatan dengan pemimpin FPI Habib Rizieq Shihab. Habib Bahar bahkan dikenal sebagai sosok kuat dalam Aksi Bela Islam yang menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dihukum.
Baca Juga: Nyatakan Dukungan Di Pilpres 2024, Habib Bahar Ingatkan Anies-Muhaimin Tak Berkhianat
Ia juga kembali menuai kontroversi usai pemecatan tiga petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta. Sebab, mereka menjemput dan mencium tangannya, hingga dinilai semena-mena oleh HBS.