Pernyataan 'Ndasmu Etik' Prabowo Dianggap Butakan Nurani, PDIP: Melukai Hati Rakyat

Senin, 18 Desember 2023 | 09:54 WIB
Pernyataan 'Ndasmu Etik' Prabowo Dianggap Butakan Nurani, PDIP: Melukai Hati Rakyat
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengomentari perkataan soal 'etik ndasmu' yang disampaikan calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto. (Suara.com/Yaumal)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menilai calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto tak mengganggap penting etika dengan pernyataan 'Ndasmu Etik'. Menurutnya, pernyataan Prabowo itu menuai respons negatif masyarakat.

"Pernyataan ‘Etika Ndasmu’ adalah cermin kekuasaan di atas segalanya. Karena itulah nyawa 13 aktivis yang diculik pun tidak ditanggapi secara serius. Kekuasaan tanpa etika dan moral membutakan nurani," kata Hasto dalam keterangannya, Senin (18/12/2023).

Ia mengatakan, dalam berbagai blusukan yang dilakukan oleh capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan PDI Perjuangan, pihaknya menemukan ternyata rakyat menanggapi sangat negatif pernyataan Prabowo tersebut.

"Etika Ndasmu sangat melukai rakyat Indonesia. Pernyataan Pak Prabowo tersebut cermin ambisi kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. Ketika etika-moral ditempatkan di bawah kekuasaan, maka sama saja dengan membutakan budi nurani," tuturnya.

Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto saat pamer joget gemoy ke para pendukungnya di Blitar, Jatim, Minggu (17/12/2023). (Suara.com/Novian).
Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto saat pamer joget gemoy ke para pendukungnya di Blitar, Jatim, Minggu (17/12/2023). (Suara.com/Novian).

Menurutnya, dengan adanya pernyataan tersebut, justru rakyat akan tahu jika karakter Prabowo dan gaya kepimpinan Prabowo hanya demi mendapatkan kekuasaan.

Terlebih menurutnya, Prabowo berbeda dengan Presiden Jokowi.

"Pak Prabowo bukanlah Pak Jokowi. Harus disadari bahwa Etika dan moral bersumber dari agama dan pranata nilai-nilai dan falsafah kehidupan yang tumbuh dalam masyarakat. Mengabaikan etika sama artinya dengan abai terhadap pranata kehidupan baik," tuturnya.

Lebih lanjut, di sisi lain, Hasto meyakini, jika rakyat kekinian menilai pasangan calon Ganjar-Mahfud adalah sosok pemimpin yang menempatkan etika, moral, hingga budi pekerti.

"Dan tekad untuk menebar kebaikan sebagai karakter dasar yang harus dimiliki pemimpin," pungkasnya.

Baca Juga: Pengakuan Agus Rahardjo Dimarahi Jokowi Berujung Laporan Polisi, Hasto PDIP: Bisa Dibuktikan Lewat Tes Kebohongan

Pembelaan Gerindra

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI