Suara.com - Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Guntur Romli, mengatakan pihaknya tak khawatir dengan kubu pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Anies-Muhaimin (AMIN) yang menandatangani 13 poin pakta integritas yang direkomendasikan oleh forum Ijtima Ulama, kelompok Rizieq Shihab Cs.
Menurutnya, pihaknya mengaku tak khawatir, sebab politik SARA dinilainya sudah tak laku.
"Tidak ada kekhawatiran, karena politik SARA sudah tidak laku. Kalau mereka main itu, bunuh diri namanya," kata Guntur saat dihubungi, Jumat (15/12/2023).
Ia mengatakan, masyarakat justru kekinian lebih khawatir dengan adanya politik dinasti ketimbang politik identitas dan SARA.
"Politik identitas dan politik SARA sudah tidak laku. Sekarang masyarakat lebih khawatir politik dinasti," tuturnya.
Kendati begitu, saat disinggung soal Ganjar-Mahfud yang juga banyak didukung Kiai serta para ulama, Guntur menegaskan, dukungan itu diberikan oleh ulama yang moderat.
"Ganjar-Mahfud juga didukung oleh ulama, kyai, habaib dan asatidz yang punya pesantren dan madrasah. Ulama yang moderat, toleran dan pro-NKRI, anti radikalisme dan anti terorisme," pungkasnya.
Sebelumnya, capres dan cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) resmi menandatangani 13 poin pakta integritas yang direkomendasikan oleh forum Ijtima Ulama, kelompok Rizieq Shihab Cs.
Hal itu dibenarkan oleh Co-Captain Timnas AMIN, Yusuf Martak. AMIN disebut menandatangani pakta integritas tersebut beberapa hari yang lalu.