Jokowi sendiri sempat membela Prabowo yang menyatakan tidak ada peristiwa penamparan terhadap Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi.
![Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto. [Suara.com/Novian]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/12/08/77052-calon-presiden-nomor-urut-2-prabowo-subianto.jpg)
Alifurrahman kemudian menyebut, kemungkinan Jokowi tidak ada di lokasi kejadian.
Sebelumnya, Alifurrahman mengaku mendapat informasi kalau ada seorang capres yang menampar dan mencekik wamen saat rapat terbatas (ratas) berlangsung di Istana Presiden, Jakarta.
"Setahu saya tidak ada, mungkin maksudnya Presiden (Jokowi) nggak lihat," kata Alifurrahman saat dikonfirmasi Suara.com, Rabu (20/9/2023).
Meskipun Jokowi tidak ada di tempat kejadian, namun menurutnya ada saksi mata yang bahkan melaporkannya ke Kepala Negara.
"Bahwa ada orang lain lapor dan ada, itu lain hal," terangnya.
Oleh sebab itu, Alifurrahman masih berkeyakinan kalau isu capres menampar serta mencekik Wamentan Harvick itu bukan isapan jempol belaka.
"Kejadiannya di ruang rapat. Jelas gak cuma ada dua orang," ucapnya.
Adapun ia menjelaskan penyebab capres yang dimaksud tersebut mencekik Wamentan Harvick. Ialah dikarenakan capres tersebut marah akibat kekecewaan Jokowi terhadap kegagalan satu program yang ditanganinya.
"Ada tugas dari Presiden pada capres tersebut yang gagal total. Jadi pembicaraan di media juga," jelasnya.