Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, mengatakan, bahwa jajaran menteri yang masuk dalam Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud akan tetap difokuskan pada tugasnya membantu pemerintahan.
"Ya, kami tetap menempatkan menteri dalam tugas yang sangat penting untuk bangsa dan negara. Menteri sebagai pembantu presiden," kata Hasto di Jakarta, dikutip Jumat (3/11/2023).
Ia mengatakan, pihaknya sadar diri jika tugas seorang menteri adalah membantu presiden dalam pemerintahan.
Untuk itu, kata dia, figur menteri yang masuk dalam TPN Ganjar-Mahfud ditempatkan di posisi Dewan Pengarah.
"Nah, sehingga skala prioritas menteri itu adalah membantu bapak presiden Jokowi dan wapres bapak KH Maruf Amin. Kalau toh kami masukan, itu sebagai pengarah dan itu pun hanya sebagian," tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, para menteri memang seharusnya fokus pada tugasnya. Terlebih bangsa ke depan menghadapi tantangan yang tak mudah.
"Kami menempatkan menteri-menteri tetap berkonsentrasi pada tugasnya. Apalagi kita melihat secara ekonomi ada tantangan yang cukup serius, nilai rupiah nilai tukarnya mengalami pelemahan. Kemudian kecenderungan inflasi, meskipun bapak presiden mencoba melakukan pengendalian itu," ungkapnya.
"Nah, dalam situasi tantangan-tantangan eskternal dan tantangan dalam negeri yang tidak mudah, maka sebaiknya fokus semuanya itu pada upaya mengatasi masalah perekonomian itu," sambungnya.
Untuk diketahui, menteri yang masuk dalam struktur TPN Ganjar-Mahfud itu salah satunya Menparekraf Sandiaga Uno.
Baca Juga: Ketimbang Gibran, Pemilih Muda Lebih Memilih Mahfud MD
Terus Tambah Pasukan