Jokowi Disebut Layak Gantikan Megawati Jadi Ketum PDIP, Tapi Ada Halangannya

Senin, 02 Oktober 2023 | 17:03 WIB
Jokowi Disebut Layak Gantikan Megawati Jadi Ketum PDIP, Tapi Ada Halangannya
Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat berpidato pada acara HUT ke-50 PDIP di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2023). (YouTube PDI Perjuangan)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro menilai opini putra Presiden Soekarno, Guntur Soekarnoputra, terkait Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggantikan posisi Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP cukup membuat publik kaget.

Terlebih, Jokowi bukan merupakan trah Soekarno seperti Megawati. Namun, menurutnya, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut memiliki kelayakan mengisi posisi Ketua Umum PDIP.

"Soal kelayakan, Presiden Jokowi bisa saja menggantikan karena memiliki kapasitas," ujar Agung saat dihubungi Suara.com, Senin (2/10/2023).

Sebab, sepak terjang Jokowi mengurusi pemerintahan sudah terbukti di publik. Mulai dari menjabat sebagai Wali Kota Solo hingga Presiden RI selama dua periode.

"Pengalaman Presiden Jokowi memimpin selama ini, menjadi ketua umum partai senafas dengan rekam-jejaknya yang telah lebih dulu diuji oleh publik.

Presiden Joko Widodo (kanan) memegang tangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri (kiri) saat berjalan bersama di sela berlangsungnya Rakernas PDI Perjuangan di Jakarta, Selasa (6/6/2023). [ANTARA FOTO/Monang Sinaga].
Presiden Joko Widodo (kanan) memegang tangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri (kiri) saat berjalan bersama di sela berlangsungnya Rakernas PDI Perjuangan di Jakarta, Selasa (6/6/2023). [ANTARA FOTO/Monang Sinaga].

Selain itu, Agung meyakini, jika Jokowi menjadi ketua umum PDIP, maka bisa meningkatkan elektabilitas partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

"Secara elektoral dengan approval rating yang tinggi dan relawan yang militan, otomatis partai yang dipimpin oleh Presiden Jokowi akan memperoleh insentif politik," kata Agung.

"Pertanyaan mendasar mengemuka, apakah Megawati berkenan?" tegas Agung.

Meski begitu, Agung berpandangan, kans Jokowi menggantikan Megawati kecil. Sebabnya, Jokowi sama sekali tidak memiliki trah Soekarno.

Baca Juga: Jokowi Resmikan Kereta Cepat Whoosh, Ini Arti Nama dan Kepanjangannya

"Namun ada kearifan demokrasi ala PDIP yang menempatkan trah Soekarno sebagai bagian tak terpisah dari partai. Di titik ini lah, kemungkinan Presiden Jokowi memimpin menjadi kecil," ungkap Agung.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI