Suara.com - Sejumlah anak muda yang mengatasnamakan Relawan Angkatan Muda Prabowo (Ampera) mendeklarasikan diri mendukung Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden (Bacapres) pada Pilpres 2024.
Ketua Relawan Ampera, Makbul Ramadhani menyampaikan, jika anak-anak muda menjadi pemilih mayoritas di Pemilu 2024. Sehingga kata dia, pihaknya menyasar anak-anak muda untuk mendukung Prabowo.
"Pemilih yang mayoritas sebesar 56 persen dari total DPT, sehingga mau tidak mau kita menggunakan slogan ‘anak muda menang, Prabowo presiden’ kalau anak-anak muda bisa menang suaranya, pasti Pak Prabowo jadi presiden. Karena mayoritas pemilih adalah pemilih muda seperti itu, tapi dalam hal ini anak-anak muda memiliki juga tantangan masing-masing," kata Makbul dalam sambutannya, di Rumah Besar Relawan Prabowo 08, Jakarta Barat, Senin (24/7/2023).
Untuk itu, Makbul mengatakan, konsen menyasar anak muda maka pihaknya bakal fokus pada isu soal dibukanya lapangan kerja.
"Kami dorong adalah tetang lapangan kerja, kita tahu bersama bahwa bonus demografi Indonesia tahun 2030 itu mencapai 68 persen angka usia produktif, sehingga jika pak Prabowo terpilih jadi presiden tahun 2024 dia akan menyongsong tahun 2030," tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, isu tersebut adalah yang menarik bagi anak-anak muda. Ia pun mengajak para anak-anak muda mendukung Prabowo menjadi presiden.
"Oleh karena itu, kita semua harus bahu membahu termasuk teman-teman juga punya bidang masing-masing di bidang masing-masing itu saya yakin mereka juga kompeten ada di bidang kemaritiman, di bidang perempuan, kesehatan, bidang usaha, energi," ujarnya.
"Mereka ini akan jadi simpul-simpul untuk kemudian bangun narasi simpatik agar bisa menarik suara anak-anak muda tanpa ada unsur paksaan kita menarasikan bahwa ayo kita dukung Prabowo," katanya.
Adapun berikut poin deklarasi Relawan Ampera;
Baca Juga: Dukung Prabowo Nyapres 2024, PBB: Jokowi Senyum-senyum Manis
Ampera adalah organisasi relawan yang diinisiasi oleh anak-anak muda milenial yang menggalang masa dan menghimpun ide yang telah berdiri di 9 provinsi dari 16 kabupaten dan kota.