Punya Kedekatan Spesial dengan Jokowi, Prabowo Dapat 'Suntikan' Elektoral Tinggi di Pilpres 2024

Senin, 17 Juli 2023 | 12:35 WIB
Punya Kedekatan Spesial dengan Jokowi, Prabowo Dapat 'Suntikan' Elektoral Tinggi di Pilpres 2024
Tangkapan layar - Momen santap siang antara Prabowo Subianto (kiri) bersama Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/6/2023). (ANTARA/Instagram/Prabowo)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kedekatan antara Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dinilai bukanlah kedekatan biasa. Bahkan, kedekatan kedua tokoh ini dinilai bisa menjadi suntikan elektoral untuk Prabowo melaju di Pilpres 2024.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai kedekatan antara Jokowi dan Prabowo memberikan keuntungan untuk Ketua Umum Partai Gerindra itu dalam kontestasi politik.

Ia melihat kehadiran Jokowi dan Prabowo dalam berbagai kesempatan bersama mengisyaratkan adanya kedekatan yang spesial di antara keduanya.

"Ini bukan kedekatan biasa antara presiden dengan menteri, ini kedekatan yang spesial. Karena di antara begitu banyak menteri, Prabowo yang paling banyak diajak bicara, sering diajak makan, sering diajak kemana-mana," kata Adi, Senin (17/7/2023).

Sebagai seorang menteri di kabinet kerja, sosok Prabowo lah yang memang sering diajak bertemu oleh Jokowi di Istana Negara.

Belum lama ini, Prabowo mengaku alasan ia sering dipanggil ke Istana adalah untuk membahas pertahanan dan keamanan negaranya sesuai dengan tugas yang ia kerjakan.

Adi melihat tingginya frekuensi pertemuan antara Jokowi dan Prabowo dapat memberikan daya elektoral yang tinggi untuk Prabowo di Pilpres 2024.

Kedekatan ini dapat mengisyaratkan banyak hal, salah satunya bentuk endorse Jokowi untuk memuluskan jalan Prabowo maju di Pilpres 2024.

Hal ini juga terlihat dari hasil survei Lembaga Survei Indonesia pada 1-8 Juli 2023, tercatat Prabowo unggul 3,6 persen dari Ganjar Pranowo. Prabowo mendapatkan elektabilitas sebesar 35,8 persen, sementara Ganjar mendapatkam 32,2 persen.

Baca Juga: Klaim Golkar dan PAN Bakal Merapat Dukung Prabowo, Gerindra: Komunikasi Kami Intensif

"Makanya saya bilang hubungan Jokowi dan Prabowo ini spesial, bukan yang biasa saja," ungkap Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI