Golkar dan PAN Bisa Jadi Koalisi Kuat Baru, Berpotensi Munculkan Capres Potensial

M Nurhadi Suara.Com
Rabu, 05 Juli 2023 | 18:41 WIB
Golkar dan PAN Bisa Jadi Koalisi Kuat Baru, Berpotensi Munculkan Capres Potensial
Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Mardiono menegaskan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) tidak bubar. (Suara.com/Novian)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Dr. Panji Suminar, pengamat politik sekaligus akademisi Universitas Bengkulu menyebut, pembentukan poros keempat antara Golkar dan PAN berpotensi jadi hambatan bagi Anies Baswedan dalam Pemilihan Presiden 2024.

"Jika PAN dan Golkar membentuk poros keempat, hal ini dapat menggoyahkan posisi Anies Baswedan dalam Pilpres. Dan saya rasa oligarki politik juga mendukung poros keempat," ujarnya.

Saat Golkar dan PAN mencalonkan presiden dan wakil presiden secara independen, menurutnya, kader dan simpatisan dari basis akar rumput yang cenderung mendukung Anies Baswedan akan kembali "ke rumah mereka sendiri" ke partai masing-masing.

Solidaritas kedua partai akan menjadi lebih baik, dan hal ini juga akan memberikan dampak positif dalam memastikan bahwa Golkar dan PAN melewati ambang batas parlemen dalam Pemilu legislatif 2024.

Baca Juga: Jadi Kandidat Terkuat Cawapres Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil: Saya Enggak Bisa Nolak

"Soliditas partai meningkat, aliran bawah dan elit bergerak searah lagi, ini akan membuat kinerja partai menjadi lebih optimal, tidak hanya dalam Pilpres tetapi juga Pileg," ujar dia, dikutip dari Antara pada Rabu (5/7/2023).

Panji menyatakan bahwa kedua partai juga tidak perlu khawatir jika mereka tidak berhasil memenangkan Pilpres karena mereka masih dapat "memenangkan" Pemilu 2024.

"Mereka sebenarnya telah dipersiapkan untuk tidak menang dalam Pilpres, melihat elektabilitas ketua umum partai saat berpasangan. Namun, mereka sebenarnya termasuk dalam pemenang, karena mereka aman dalam ambang batas parlemen, dan dalam Pilpres mereka akan melanjutkan dukungan terhadap kandidat yang paling berpotensi terpilih di putaran kedua Pilpres," ujar Panji.

Panji Suminar melihat Golkar dan PAN sebagai partai-partai besar dengan ego yang besar, sehingga mencalonkan ketua umum partai mereka sendiri sebagai capres dan cawapres akan lebih menguntungkan dan mencegah partai terpecah karena dukungan yang berbeda terhadap capres.

Baca Juga: Ketua DPP PKB Tak Terima PAN Ajukan Erick Thohir Jadi Cawapres Prabowo Subianto

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI