Bantah Ditinggal Soal Pembentukan Koalisi Besar, PDIP Nilai Positif Pertemuan 5 Ketum Parpol

Senin, 03 April 2023 | 15:03 WIB
Bantah Ditinggal Soal Pembentukan Koalisi Besar, PDIP Nilai Positif Pertemuan 5 Ketum Parpol
Said Abdullah, Anggota DPR dari PDIP yang diisukan bagi-bagi duit di masjid. (Dok : DPR)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah membantah bahwa partainya ditinggal terkait pembentukan koalisi besar gabungan dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) untuk Pemilu 2024 mendatang.

"Tidak ada yang meninggalkan PDI Perjuangan, karena faktanya PDI Perjuangan diundang kok. Jadi, janganlah bahasa-bahasa (seperti itu)," kata Said di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (3/4/2023).

Said menjelaskan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak hadir dalam acara silaturahmi Ramadhan di Kantor DPP PAN itu karena sedang berada di luar negeri.

Dalam acara yang digelar oleh PAN itu, tampak sejumlah ketua umum partai poliik anggota KIB dan KIR hadir.

"Kami tidak hadir karena memang tidak di tempat dan itu diumumkan oleh Ketua Umum (PAN Zulkfili Hasan). Kenapa kami harus bersikap minor?" lanjutnya.

Menurutnya, PDIP menilai acara silaturahmi Ramadhan sebagai sesuai yang positif.

"Kami itu selalu memandang itu dengan kacamata positif. Pertemuannya positif," ujarnya.

Selain itu, ia menilai rencana membentuk koalisi besar seperti yang dibahas dalam pertemuan itu merupakan hal yang baik. Said mengatakan bahwa pembentukan koalisi besar itu tergantung pada jalannya dinamika pertemuan.

"Pastilah, namanya pertemuan buka bersama, kemudian muncul gagasan pikiran untuk membentuk koalisi bersama. Apakah gagasan pikiran itu kemudian dijadikan sebuah konsep besar untuk menjadi sebuah koalisi besar bagi kepentingan bangsa dan negara, itu sah dan bagus sekali," ujarnya.

Baca Juga: Cek Fakta: Aparat Berhasil Jemput Paksa Arteria Dahlan, Benarkah?

Meskipun rencana koalisi besar baru mencuat belakangan ini, Said tak menampik bahwa pemikiran itu terbersit di kalangan elite parpol.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI