Usai Dirujak Warganet, Kini Ganjar Terancam Kehilangan Suara dari Pemilih Muda Karena Piala Dunia U-20

Jum'at, 31 Maret 2023 | 14:49 WIB
Usai Dirujak Warganet, Kini Ganjar Terancam Kehilangan Suara dari Pemilih Muda Karena Piala Dunia U-20
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menghadiri acara pengukuhan Guru Besar Universitas Sumatera Utara, Senin (6/3/2023). [Istimewa]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic), Ahmad Khoirul Umam memprediksi serangan terhadap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pasca FIFA putuskan cabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 akan berdampak pada elektabilitasnya sebagai bakal calon presiden (bacapres).

Khoirul mengatakan bahwa penurunan terhadap elektabilitas Ganjar itu terutama dikarenakan hilangnya suara pemilih muda.

"Mencermati respon kemarahan netizen terhadap Ganjar pasca kegagalan Piala Dunia U-20 ini, ada kemungkinan elektabilitas Ganjar terkoreksi atau mengalami penurunan, terutama dari segmen kelompok pemilih muda dan penggemar sepak bola nasional," kata Khoirul kepada wartawan, Jumat (31/3/2023).

Menurutnya, Ganjar harus segera mencari solusi guna mengantisipasi soal elektabilitasnya yang bakal merosot ke depannya.

"Ganjar harus berpikir keras mencari langkah mitigasi untuk menemukan solusi guna mengantisipasi masalah ini," tuturnya.

Ilustrasi Dosen Ilmu Politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam. Khoirul Umum menilai sarat kepentingan politik di balik wacana penundaan pemilu 2024. [ANTARA]
Ilustrasi Dosen Ilmu Politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam. Khoirul Umum menilai sarat kepentingan politik di balik wacana penundaan pemilu 2024. [ANTARA]

Namun, di sisi lain, Khoirul juga melihat keuntungan yang diperoleh Ganjar dari masalah ini. Di mana masyarakat akan cepat melupakannya.

"Untungnya masyarakat politik Indonesia mudah lupa," ungkapnya.

Lebih lanjut, Khoirul menilai apa yang dilakukan Ganjar dengan menyatakan menolak timnas Israel tersebut dianggap tidak memahami konteks dan cenderung hanya merupakan gimmick belaka.

"Ganjar ingin mencitrakan diri sebagai loyalis PDIP dan ajaran Soekarnoisme, sekaligus untuk menunjukkan dirinya peduli pada perjuangan dan isu kemanusiaan Palestina, dengan harapan Piala Dunia U-20 tetap jalan di Indonesia, lalu Israel dikeluarkan dari kepesertaan dari Piala Dunia U-20 di Indonesia," tuturnya.

Baca Juga: Aksi Duka 1 Juta Pita Hitam Imbas Piala Dunia U-20 Tuai Cibiran, Warganet: Aksi Gak Guna

Respons Serangan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI