"Harus kita lawan," sahut warganet.
"Gak lolos Pemilu 2024 bubar. 2029 bentuk lagi nama baru, itulah peran agen atau broker sejati, tak peduli meski harus jual agama. Pemilik bahagia, sponsor kecewa," sentil warganet.
"Padahal mendirikan partai dan ikut pemilu mendaptkan subsidi dari pemerintah dan ada undang-undangnya, tapi juga memusuhi pemerintah," komentar warganet.
"Gak akan laku partai yang tidak nasionalis," semprot warganet.
"Lama-lama bukan mayoritas lagi, tetapi menjadi minoritas karena yang lain dan yang tidak sepaham sudah dikafir-kafirkan. Kelak akan terbukti, karena faktanya tidak meciptakan kedamaian tetapi malah menghancurkan peradaban," kritik warganet.