Suara.com - Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily mengatakan, ada kemungkinan Golkar akan menawarkan PKB untuk bergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Pernyataan itu diungkapkan Ace terkait rencana kongkow antara Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Jumat (10/2/2023), besok.
Ace mengatakan, kekinian Golkar sudah kuat bersama KIB yang digagas berserta PAN dan PPP.
"Ya, kami sendiri kan sudah punya KIB, jadi kalau dilihat dalam komposisi kekuatan partai politik, yang tergabung dalam KIB kan juga KIB bahkan jauh lebih dulu terbentuk," kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/2/2023).
![Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily usai konferensi pers persiapan HUT Golkar ke-58, di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Jumat (14/10/2022). [ANTARA/Melalusa Susthira K]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/10/14/76023-ketua-dpp-partai-golkar-ace-hasan-syadzily.jpg)
Untuk itu, Ace mengatakan, karena alasan KIB sudah mempunyai kekuatan dan terbentuk lebih dulu, Golkar akan coba menawarkan PKB untuk bergabung.
"Jadi, karena itu ya justru kami juga akan tawarkan kalau mau gabung juga dengan KIB," tuturnya.
Sementara di sisi lain, kata dia, Golkar setiap melakukan pertemuan dengan partai lain selalu menegaskan posisinya yang sudah mengusung Airlangga Hartarto sebagai bacapresnya. Termasuk soal posisi koalisi juga.
"Tentu kami dalam setiap pertemuan dengan ketum parpol kami selalu sampaikan bahwa secara organisasi Golkar memang sudah memiliki capres sendiri yaitu Airlangga karena itu merupakan keputusan munas 2019. Dan saya kira semua parpol posisinya juga tahu soal itu," tuturnya.
Meski menyadari dalam posisi dinamis terkait koalisi, Ace mengatakan, KIB kekinian tetap masih solid.
"Kami koalisi KIB memang selalu solid dalam konteks bagaimana menunjukkan kepada partai-partai di luar KIB bahwa soliditas ditunjukkann dengan intensitas pertemuan kami di dalam KIB," tuturnya.
Baca Juga: Tak Khawatir Golkar Bertemu Parpol Lain, Elite PAN Santai: Justru Kami Bersyukur
"Soal Airlangga sebagai capres Golkar saya kira tanpa ditawarkan pun kepada mereka tentu mereka sudah sangat tahu posisi Golkar," sambungnya.