Menakar Kans Khofifah dan AHY Jadi Cawapres Anies Bawedan 2024

Rabu, 25 Januari 2023 | 17:28 WIB
Menakar Kans Khofifah dan AHY Jadi Cawapres Anies Bawedan 2024
Gubernur Khofifah bersantap siang di salah satu rumah makan padang, Kota Surabaya. [istimewa]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - NAMA Khofifah Indar Parawansa tengah diperhitungkan sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan dalam pertarungan pemilihan presiden 2024. Figur Gubernur Jawa Timur itu dinilai memiliki kans didukung partai politik penyokong Anies.

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago berpendapat Khofifah merupakan sosok yang cukup berpengaruh di masyarakat Jawa Timur. Dia cukup mengakar di akar rumput dengan posisinya selain Gubernur Jawa Timur juga sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdatull Ulama (NU). “Khofifah tetap cawapres yang potensial baik berpasangan dengan Anies maupun berpasangan dengan Ganjar. Dia punya basis grassroot (akar rumput) yang cukup mengakar di Jawa Timur, beliau Muslimat NU,” kata Pangi dalam perbincangan dengan Suara.com, Rabu (24/1/2023).

Dia menuturkan, bagaimanapunprovinsi Jawa Timur tetap menjadi battle ground, wilayah pertempuran yang diperebutkan capress maupun cawapres. Dan Khofifah masih mendapatkan tempat di hati masyarakat Jawa Timur.

Menurutnya, penentu kemenangan Pilpres tetap pulau Jawa adalah kunci. Menguasai dan memenangkan suara di Jawa berarti memenangkan Indonesia. Pasalnya kalau dilihat daftar pemilih tetap (DPT) Jawa Timur pada 2019, jumlahnya hampir 4 juta suara.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa [Foto: Antara]
Gubernur Khofifah Indar Parawansa [Foto: Antara]

Dari berbagai survei, Anies sudah cukup kuat di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Tetapi basisnya masih lemah di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Sementara, kata Pangi, alasan memilih cawapres selain modal elektabilitas, modal logistik dan modal partai, modal basis representasi wilayah perlu dipertimbangkan. “Khofifah menarik untuk digandeng karena alasan beliau punya wilayah terbesar di Jawa, yakni Jawa Timur,” tuturnya.

Pangi tak memungkiri, secara nasional duet Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (Anies-AHY) cukup kuat, namun di akar rumput Ganjar Pranowo masih unggul. Maka untuk memecah suara di Jawa Timur, cuma figur Khofihah yang bisa melakukannya.

Misalnya kalau dihadapkan dua capres, apakah memilih Ganjar atau Anies, ada kemungkinan Ganjar lebih unggul di Jawa Timur. “Namun kalau Khofifah menjadi cawapres Anies, justru mereka bisa beralih mendukung Anies, karena ada faktor Khofifahnya,” terang dia.

Berbeda dari Pangi, pengamat politik Dedi Kurnia Syah berpandangan Khofifah bukan pilihan yang tepat untuk mendampingi Anies di Pilpres 2024. Meski mantan Menteri Sosial itu memiliki basis di kalangan nahdliyin karena posisinya sebagai ketua umum Muslimat NU, dinilai tak cukup kuat.

Sebab, Khofifah cenderung cuma dikenal Muslimat NU wilayah Jatim. “Sementara AHY, basisnya jauh kebih luas dari Khofifah. Ini yang membuat perbandingan AHY dengan Khofifah terasa jauh berbeda. AHY jelas lebih tepat di pilih,” ujar Dedi.

Baca Juga: Khofifah Masuk Radar Cawapres Anies, Demokrat: Tak Ada Jaminan Menang, Sangat Merugikan Kami

Bahkan, kata dia, Khififah pada pemilihan gubernur Jawa Timur hampir kalah, karena tidak dominan menghadapi Syaifullah Yusuf sebagai rivalnya ketika itu. “AHY juga miliki basis suara di Jatim. Atas nama Ibas dan SBY, Jatim menjadi basis suara AHY dan bisa saja tidak jauh berbeda dengan Khofifah,” katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI